Peristiwa Editor : Ivan Aditya Sabtu, 23 Desember 2017 / 09:41 WIB

Presiden Peru Lolos Pemakzulan

PERU, KRJOGJA.com- Upaya pemakzulan terhadap Presiden Peru Pedro Pablo Kuczynski akibat tudingan penerimaan suap gagal setelah Kongres tak dapat mencapai suara minimal persetujuan. Sebanyak 79 legislator mendukung mosi, 19 anggota menentang, dan 21 sisanya menyatakan abstain. Setidaknya, perlu 87 suara dukungan agar bisa meloloskan mosi pemakzulan.

Mosi tersebut gagal disepakati setelah melalui 14 jam sesi musyawarah, termasuk dua jam pernyataan pembelaan dari Kuczynski. "Permintaan pemakzulan dengan dasar ketidakmampuan moral yang prinsipal tidak diterima," ucap Ketua Kongres, Luis Galarreta.

Mosi pemakzulan diusulkan ke Kongres setelah Kuczynski dituding terlibat skandal korupsi firma konstruksi Odebrecht. Perusahaan asal Brazil itu menjadi perhatian di Amerika Latin setelah mengaku menyuap sejumlah pejabat negara di kawasan tersebut untuk mendapatkan proyek.

Kuczynski menjadi salah satu pejabat tinggi yang dituding menerima sogokan Odebrecht sebesar US$ 5 juta. Suap tersebut dikabarkan diterima pria 79 tahun tersebut pada periode 2004 dan 2013.

Sejak itu, partai oposisi sayap kanan, Kekuatan Populer, yang memegang mayoritas suara di parlemen bertekad mendepaknya dari jabatan presiden. Selama ini, Kuczynski berkeras membantah segala tudingan tersebut dan menyatakan siap menyerahkan hak kerahasiaan perbankannya, serta siap diperiksa Kongres maupun Jaksa Agung. (*)