DIY Editor : Agus Sigit Minggu, 17 Desember 2017 / 01:12 WIB

Crack The Gold With The Advertising Jury: Bedah Karya Baskara dan Bawana

SLEMAN, KRJOGJA.COM - Sesi kedua Creative Seminar Pinasthika XVIII dimulai dengan Crack The Gold With The Advertising atau temu juri Baskara dan Bawana pada Sabtu (16/12) di Monumen Jogja Kembali. Adapun Baskara dibuat untuk kategori agensi periklanan lokal, sementara Bawana untuk agensi periklanan non-lokal.

Tim juri Baskara dengan formasi Hari Prasetya, Dery Gaotama, dan Nia Nugroho pun bercerita sedikit mengenai karya-karya yang masuk dalam kategori Baskara. Secara umum, banyak karya yang menarik. Sayangnya dilihat secara eksekusi di outdoor dirasa kurang pas.

"Harus diperhatikan eksekusi iklan cetak dan outdoor itu beda. Kemudian ke depannya bisa dilihat lagi, jangan hanya terpaku pada iklan yang dicetak lalu ditempelkan. Harus berani bermain lagi," ujar Nia Nugroho.

Kemudian untuk kategori Bawana, ketiga juri yaitu Mr. Chow Kok Keong, Reza Maulana, dan Dimas Muktiarto juga sedikit membedah karya-karya peserta Bawana. Mulai dari aspek ide, crafting, hingga efektivitas iklan, yang merupakan aspek penting dalam iklan. Terutama ide dari insight yang kuat.

"Menariknya Pinasthika, kita bisa melihat beberapa ide yang berangkat dari insight dengan unsur lokalitas. Yang mungkin kalau juri luar harus dijelaskan dulu, tapi begitu tahu, langsung menjadi insight yang sangat kuat," ujar Dimas Muktiarto.

Mr. Chow Kok Keong, head of jury Bawana dari Hakuhodo Indonesia, juga mengamini pernyataan Dimas. Menurutnya banyak hal unik dari karya-karya Pinasthika dengan insight lokal ini. Hanya saja perlu peningkatan kembali dan beberapa penyesuaian jika ingin mencapai penghargaan yang lebih tinggi. (Erwita Hutami)