DIY Editor : Ivan Aditya Selasa, 05 Desember 2017 / 13:17 WIB

Lanal Yogyakarta Peringati Hari Armada

YOGYA, KRJOGJA.com - Jajaran Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Yogyakarta menggelar upacara peringatan ke-58 Hari Armada Republik Indonesia, Selasa (05/12/2017). Bertempat di Lalan setempat, bertindak sebagai inspektur upacara (irup) Perwira Pelaksana (Palaksa) Lanal Yogyakarta Letkol Laut (P) Siswo Widodo mewakili Danlanal Yogyakarta Kolonel Laut (P) Arya Delano dan diikuti seluruh prajurit.

Dalam amanatnya Siswo Widodo menyampaikan peringatan Hari Armada Republik Indonesia yang dilaksanakan setiap tahun bukan merupakan serangkaian kegiatan seremonial semata. Dibalik itu terdapat makna rasa syukur kepada Tuhan karena hingga saat ini Komando Armada Indonesia masih dapat melaksanakan tugas sebagai Bhayangkari di laut.

“Ini juga sekaligus merupakan wujud introspeksi dan evaluasi bagi jajaran Armada Republik Indonesia atas pelaksanaan tugas yang telah diemban sehingga ke depan akan semakin baik,” tegasnya.

Siswo Widodo menyampaikan, situasi dan perubahan lingkungan strategis baik global, regional maupun nasional bergerak sangat cepat dan dinamis sehingga sulit untuk diprediksi. Dinamika Politik dan keamanan internasional maupun regional diwarnai berbagai isu diantaranya eksistensi kelompok ISIS, peningkatan ketegangan di Lau China Selatan maupun semenanjung Korea hingga gangguan keamanan maritim dan keselamatan navigasi.

Dalam lingkup nasional, kecenderungan keamanan masih diwarnai adanya isu politik terutama dikaitkan dengan tahun politik, separatisme, gangguan keamanan lewat laut serta kejahatan lintas negara, maupun hal lain yang dapat mengancam integritas kedaulatan NKRI. “Permasalahan tersebut bukanlah suatu hambatan namun merupakan tantangan yang harus kita hadapi bersama untuk mengamankan kepentingan nasional,” jelasnya.

Disampaikannya pula, pembangunan kemampuan dan kekuatan Armada TNI AL senantiasa diarahkan pada tercapainya pemantapan soliditas di antara komponen sistem senjata armada terpadu (SSAT). Namun dilihat dari komposisi alutsista yang tergabung dalam SSAT saat ini belum sepenuhnya mampu untuk melaksanakan tugas penegakan kedaulatan negara di laut secara optimal.

“Oleh karena itu TNI Angkatan Laut sebagai komponen utama pertahanan negara di laut harus tetap membina dan mengembangkan kekuatan Armada Republik Indonesia untuk menjadi kekuatan yang kuat, handal dan profesional. Dengan itu sehingga dapat menjalankan setiap tugas guna menegakkan kedaulatan negara mempertahankan keutuhan wilayah NKRI serta melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia,” tegasnya. (Van)