Peristiwa Editor : Danar Widiyanto Sabtu, 25 November 2017 / 02:10 WIB

Awas! Klitih Kembali Teror Pengguna Jalan

BANTUL, KRJOGJA.com - Teror kejahatan jalanan oleh komplotan klitih kembali makan korban, Jumat (24/11/2017). Muhammad Nur Sidiq (18),  warga Sanan Bawuran Pleret Bantul ambruk tidak berdaya setelah dihajar sekelompok orang bersenjata pedang, serta  botol  di Jalan Imogiri Barat Sudimoro Timbulharjo Kecamatan Sewon Bantul.

Kini korban masih menjalani opname di Bangsal Marwa RS Nur Hidayah Jetis Bantul. Akibat peristiwa itu korban mengalami sejumlah luka,  jari manis tangan kanan patah, pelipis kepala bocor serta punggung luka tergores sabaten ger bergagang besi. Hingga kini kasus tersebut ditangani Unit Reskrim Polsek Sewon.

Ny Wijiyati di Rumah Sakit Nur Hidayah Jetis Bantul, Jumat (24/11/2017) malam menceritakan peristiwa  mengerikan yang menimpa putranya. Malam sebelum kejadian, putranya dan tiga temannya baru menonton sekaten di Alun-alun Utara Yogyakarta. Mereka mengantarkan salah satu temannya di daerah Karangkajen Yogyakarta. Setelah itu bersama dua rekannya sekitar pukul 02.30 melanjutkan perjalanan pulang lewat Jalan Imogiri Barat. Ditengah perjalanan sampai SPBU korban mendahului tiga sepeda motor.  Karena tidak merasa punya persoalan apapun, korban asal lewat saja.  Namun  perkiraan korban meleset setelah disalip,  komplotan klitih  tersebut terus mengejar dan korban berhasil dihentikan  depan Masjid Sudimoro.

Ny Wijiyati mengatakan, setelah motor berhenti itu salah satu pelaku menyerang korban dengan memukulkan botol ke tangan. "Jari tangan anak saya langsung patah, karena waktu dipukul botol itu masih memegang stang motor," ujarnya. Tidak hanya itu, pelaku lainnya ikut menyerang dengan pedang dan serta geer bergagang besi. Tindakan brutal pelaku berhenti setelah warga keluar rumah. Komplotan klitih tersebut  kabur balik ke utara.

Kapolsek Sewon, Kompol Subadi kepada media mengatakan, setelah peristiwa itu Unit Reskrim Polsek Sewon melakukan penyelidikan di lapangan. Meski hingga sekarang korban belum bisa dimintai keterangan lantaran masih dirawat di rumah sakit.

"Setelah ada laporan, Reskrim bergerak dilapangan, termasuk memintai keterangan korban di rumah sakit,  tetapi memang korban belum laporan ke polsek," ujar Subadi.(Roy)