DIY Editor : Danar Widiyanto Rabu, 22 November 2017 / 14:10 WIB

Yogyakarta Butuh Asrama Haji di Kawasan Bandara Baru

YOGYA, KRJOGJA.com - Kantor Wilayah Kementrian Agama (Kanwil Kemenag) DIY berencana membebaskan lahan di areal kawasan bandara baru Yogyakarta seluas 5 hektare untuk mendirikan asrama haji dengan rancangan alokasi
anggaran sekitar Rp 20-25 miliar.

"Tentu kami sudah memiliki berbagai pertimbangan untuk rencana ini. Alasan paling mendasar untuk optimalisasi pelayanan jamaah haji di DIY, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Jadi yang akan memanfaatkan bukan cuma kuota haji DIY saja," tutur Kepala Kanwil Kemenag DIY Drs HM Lutfi Hamid MAg saat menerima kunjungen kerja Komisi VIII DPR RI di Ruang Rapat Perijinan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kanwil Kemenag DIY, Rabu (22/11/2017).

Menurut Lutfi, keberadaan asrama haji DIY yang berada di Condongcatur Sleman saat ini sifatnya hanya untuk transit dan sebatas mampu menampung jamaah sebanyak 1,5 kloter. Dengan adanya asrama haji yang representatif di kawasan bandara baru Yogyakarta di wilayah Temon Kulonprogo, diharapkan dapat mendukung pelayanan ibadah haji yang lebih baik.

"Apalagi bandara baru Yogyakarta sudah terkoneksi JJLS. Sehingga jamaah calon haji di wilayah selatan Jawa, seperti dari Ciamis akan lebih dekat ke Yogyakarta daripada ke Bekasi. Demikian pula yang dari Ponorogo lebih cepat ke Yogyakarta dibanding ke Surabaya," ungkap Lutfi.

Tingkat efisiensi yang tinggi ini juga bisa dilihat dari keberangkatan jamaah calon haji yang selama ini melalui Solo hanya 370 jamaah tiap keberangkatan. Sementara jika bandara Yogyakarta ini selesai dan resmi beroperasi, bisa memberangkatkan 450 jamaah sekali angkut. "Tentunya efisiensi juga dari kebutuhan pendamping jamaah yang lebih sedikit dan sektor lainnya," jelas mantan Kepala Kantor Kemenag Sleman ini.

Selain itu, dalam kesempatan tersebut pihaknya juga membeberkan prestasi madrasah di DIY yang makin kompetitif. Bahkan, madrasah di DIY memiliki program unggulan tahfidz yang berjenjang.

Sementara Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Partai Golkar yang memimpin rombongan, Dr H Deding Ishak SH MM mengatakan, kunjungan kerja yang dilakukan kali ingi sangat khusus karena melihat Yogyakarta sebagai pusat peradaban, budaya dan pendidikan. Sehingga sudah semestinya Kanwil Kemenag DIY mengimbangi potensi besar tersebut dengan pendampingan Komisi VIII DOR RI sebagai mitra di legislatif.

"Terkait pembangunan asrama haji, khususnya dalam hal pembebasan lahan, kami dukung. Kebetulan dalam rombongan kami ini banyak yang memiliki posisi penting sehingga memudahkan mengambil kebijakan," tutur Deding.

Selain itu, Komisi VIII DPR RI juga sedang konsen pada pendidikan keagamaan, seperti tengah menggodok RUU Inisiatif tentang Madrasah dan Pesantren. Dalam kesempatan tersebut, juga disampaikan tambahan anggaran Rp 4,6 triliun untuk pembayaran tenaga pendidikan di madrasah nonsertifikasi serta berbagai hal terkait dengan RUU Pelaksanaan Haji dan Umrah yang sedang dibahas di DPR RI.

Turut hadir sejumlah anggota Komisi VIII DPR RI dalam kunjungan kerja ini, Dra Hj Wenn Haryanto SH dari FPG, Drs H Supriyanto dari Fraksi Gerindra, Siti Mufattah PSi dari Fraksi Partai Demokrat, H MHD Asli Chaidir SH dari Fraksi PAN, Drs H Mohammad Iqbal Romzidari Fraksi PKS, Drs KH Choirul Muna dari Fraksi Nasdem dan KH Muslich ZA dari Fraksi PPP. (Feb)