Jateng Editor : Danar Widiyanto Minggu, 12 November 2017 / 11:10 WIB

Batik Kayu Bayat Makin Menawan

BATIK kayu, menjadi produk andalan baru Kabupaten Klaten yang semakin menarik perhatian. Produksi pengrajin batik kayu di desa Jarum Kecamatan Bayat, dalam beberapa bulan terakhir ini mengalami peningkatan. Banyaknya permintaan pasar salah satunya dipengaruhi produk batik kayu semakin cantik dan variatif.

Ada dua Usaha Kecil Menengah (UKM) batik kayu di desa Jarum  yang kini tengah mengeksplor dengan sentuhan inovasi dan kreativitas kekinian. Batik Jino yang dikelola Sajino lebih banyak mengembangkan produk dengan memasukan unsur pewayangan. Sedang batik Taruntum milik Miyono lebih banyak memproduksi berbagai aksesoris seperti kalung, gelang, cincin, bros, giwang dan sebagainya.

Sajino maupun Miyono mengakui lonjakan produk yang dirasakan tak lepas adanya sentuhan dari tim pengabdi dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Pariwisata dan Budaya (Puspari) LPPM Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo yang diketahui Drs Margana MSn. "Berkat sentuhan dan binaan dari UNS, produk batik kayu saya tidak hanya meningkat, tapi kualitas lebih cantik dan variatif," jelas Jino, ketika menerima kunjungan tim LPPM yang dipimpin Dr Ary Setyawan, Sabtu (11/11/2017).

Hal yang sama juga diungkapkan Miyono. Berkat bantuan peralatan ia tidak lagi harus membeli produk setengah jadi dari Yogyakarta. Mesin bantuan dari tim Puspari UNS dipakai untuk membuat aneka produk yang sudah lama diimpikan. Berikutnya produk mentah yang dihasilkan didistribusikan kepada warga sekitar untuk dibatik.

Lain dengan Jino yang memiliki 12 tenaga kerja menggarap di rumahnya, sementara ada juga yang tersebar di rumah warga. Usaha batik kayu di desa Jarum Bayat tak bisa lepas dari nama Hardi Trimanto, orangtua Jino. Bagi warga setempat membatik memang sudah menjadi bagian dari hidupnya. Namun Hardi pada 1975 mulai melakukan lompatan mengembangkan batik kayu. Dan pada dua puluh tahun kemudian dikembangkan Jino.

Jino tidak saja memproduk batik kayu wayang berukuran besar yang nilainya jutaan rumpiah. Tapi juga gantungan kunci seharga Rp 12.500,- disamping peralatan rumah tangga seperti tampan, tatakan, tempat air mineral gelas. Drs Margana MSn optmis batik kayu desa Jarum Bayat terus akan berkembang dan sangat berpeluang menjadi desa wisata baru kabupaten Klaten yang menggerakkan roda perekonomian desa.

"Pengrajin batik kayu desa Jarum sangat responsif untuk diajak maju. Ketika diberi ide desain dan pewarnaan langsung diterapkan. Ini modal utama untuk berkembang," jelas Margana.(Qomarul Hadi)