DIY Editor : Agus Sigit Senin, 06 November 2017 / 13:32 WIB

Korban Klitih Itu Sempat Minta Dibelikan Baju Baru

SEWON (KRjogja.com) - Suasana haru sangat terasa di rumah duka korban cah klitih, Arif Nur Rohman (20) di Dusun
Mredo Kabayan, Bangunharjo, Sewon, Bantul, sesaat sebelum jenazah korban dimakamkan, Minggu (5/11) siang. Pihak keluarga, termasuk orangtua korban meminta pelaku dihukum seberat mungkin. Ratusan orang melayat untuk mengiringi pemakaman korban, kemarin siang. Mereka mendoakan, sekaligus tak percaya pemuda itu tewas akibat dilempar batako. Bahkan ibu korban, Ny Sumarsih tak mampu menahan kesedihannya.

Dia langsung pingsan setelah putra pertamanya itu dikebumikan. Dia harus dipapah sejumlah kerabatnya untuk kembali ke rumah. Wanita tersebut terus meratapi kepergian korban, sambil menangis sesenggukan. Ayah korban Arif, Waldiyono mengatakan, sebagai orangtua, dia mengaku sangat terpukul dengan peristiwa yang menimpa putranya itu. Salah satu hal yang membuatnya sedih adalah belum sempat memenuhi permintaan terakhir sang anak, yakni membeli baju baru.

”Pukul sembilan malam (Sabtu), saya masih berkumpul dengan anak saya. Kami masih bercanda. Setelah itu dia minta dibelikan baju,” ujar Waldiyono. Ternyata, permintaan itu adalah yang terakhir dilontarkan korban. Sekaligus sebagai firasat sesuatu bakal terjadi. Menurut Waldiyono, setelah mereka bercengkrama di rumah, korban kemudian pamit main ke kampung bersama rekanrekannya.

”Katanya mau ke warnet,” ujarnya. Waldiyono kemudian mendapat kabar duka itu pada Minggu dinihari. Saat itu dia mengaku diberitahu jika anaknya tewas akibat dilempar batako. Dijelaskan Waldiyono, selama ini anaknya jarang berurusan dengan pihak manapun. Selain tidak punya uang, putra pertamanya itu juga belum bekerja. Sehingga Waldiyono bingung mengapa anaknya diserang dengan dilempar batu. Untuk itu, dia hanya minta pelaku dihukum berat.

”Saya sangat berharap pelaku pelemparan bongkahan batoko segera ditangkap dan dihukum berat,” tandasnya. (Merapi)