DIY Editor : Agus Sigit Senin, 06 November 2017 / 12:35 WIB

Dilempar Batako 'Cah Klitih', Pemuda Buruh Bangunan Tewas

SEWON (KRjogja.com) - Aksi brutal kelompok klitih kembali memakan korban jiwa. Seorang pemuda buruh bangunan, Arif Nur Rohman (20) warga Dusun Mredo Kabayan, Bangunharjo, Sewon, Bantul tewas setelah dilempar batako tanpa sebab oleh dua orang cah klitih di Jalan Sudimoro-Tembi Dusun Slanggen, Timbulharjo, Sewon, Minggu (5/11).

Hingga kemarin, polisi masih memburu pelaku. Aksi kekerasan cah klitih itu juga melukai rekan korban Arif, yakni Muhammad Hisbullah (17). Dia berhasil menyelamatkan diri dari serangan pelaku setelah masuk perkampungan warga. 
Jenazah korban dimakamkan di pemakaman umum kampungnya, kemarin siang.

Saksi Muhammad Hisbullah mengatakan, awalnya pada Sabtu malam dia diajak Arif untuk mencari warung angkringan.
Selanjutnya dari kampung Mredo, korban memboncengkan saksi membawa motornya Honda Vario menyusuri Jalan Imogiri Barat. Sebelum sampai perempatan Sudimoro, dua orang yang diketahui mengendarai motor matik mendahului korban dan saksi. Saat itu, korban dan saksi tak menaruh curiga dan masih memacu motornya ke selatan, kemudian
belok kanan atau ke barat di perempatan Sudimoro. Sementara pelaku terus memacu motor menuju perempatan Sudimoro ke selatan. 


”Kami tetap melanjutkan perjalanan untuk mencari angkringan dan tidak merasa curiga dengan dua orang itu karena memang tak kenal,” ujar Muhammad Hisbullah. Dia mengatakan, sesampainya di lapangan Kringmalang atau timur Balai Desa Timbulharjo, Sewon, Bantul, kedua orang itu kembali mendahului dengan kecepatan tinggi. ”Dua kali kami didahului pelaku, pertama ketika masih di Jalan Imogiri Barat dan sebelum sampai Lapangan Kringmalang,” jelas Muhammad Hisbullah. Saksi dan korban tetap tidak menaruh curiga dan melaju ke arah barat atau menuju Jalan Parangtirris.

Menurut Hisbullah, serangan kedua pelaku terjadi saat mereka sampai di Dusun Slanggen, Sewon. Pelaku yang berboncengan motor, muncul dari arah berlawanan. Motor tersebut makin mendekat ke arah korban. ”Setelah dekat dan berjarak sekitar tiga meter, pembonceng motor itu melempar bongkahan batako ke arah kami,” ujar saksi. Lemparan batako tersebut mengenai dada korban dan membuatnya langsung ambruk bersama motornya. Usai kejadian itu, saksi berusaha menolong korban, namun pelaku justru menyerang terus. Hisbullah pun memutuskan kabur ke perkampungan dan meminta pertolongan warga.

”Motor tidak roboh, tetapi korban tidak bergerak,” jelasnya. Tak berapa lama, saksi kembali bersama warga dan mendapati korban sudah ambruk. Sementara pelaku sudah kabur. Korban kemudian dievakuasi warga dan dibawa ke rumah sakit. Saat diperiksa tim medis, korban dinyatakan sudah tewas akibat hantaman batako di bagian dada. 
”Kami tak pernah berkonflik dengan kelompok manapun. Kami tak tahu motif pelaku menyerang
kami,” jelas Hisbullah. 

Kanit Reskrim Polsek Sewon Iptu Ryan Permana Putra SIK MH yang dikonfirmasi terpisah mengatakan, hingga kini kasus tersebut masih dalam penyelidikan. ”Pelaku masih kami buru,” katanya singkat. (Merapi)