DIY Editor : Agus Sigit Jumat, 05 Agustus 2016 / 04:23 WIB

Tukang Parkir Naik Haji Ternyata Pernah 'Kualat' Nazar

CERITA menarik dari Bardi Syafii (54) tukang parkir yang bersiap berangkat haji pada 17 Agustus 2016 mendatang ternyata bermunculan usai perbincangan yang cukup menarik dengan KRjogja.com Kamis (4/8/2016). Salah satunya saat ia mengalami kerugian lantaran mengingkari nazar menggunakan uang yang seharusnya digunakan untuk mendaftar naik haji.

Kejadian tersebut dikisahkan Bardi terjadi pada tahun 2007 lalu saat uang yang berhasil dikumpulkan selama bekerja sebagai tukang parkir terkumpul hampir Rp 40 juta. Uang tersebut tak lantas digunakan untuk memenuhi nazarnya naik haji namun digulirkan untuk berbisnis rumah.

"Pertama masih sukses bisa dapat keuntungan saya beli rumah diperbaiki dan dijual lagi. Tapi yang kedua, lama sekali tak laku hingga tahun 2010 dan saat laku pun tidak untung hanya sama saja pas beli, mungkin itu sentilan Allah saya dianggap main-main dengan niat saya karena saya harusnya daftar naik haji," ungkapnya.

Baca Juga : Kisah Bardi, Tukang Parkir Naik Haji

Namun setelah akhirnya rumah yang dijual laku, pada 2010 itu juga uang Rp 70 juta digunakan untuk mendaftar naik haji yang akhirnya akan terlaksana 17 Agustus 2016. "Sudah sesuai niat awal langsung saja, saya terlalu berpikir duniawi jadi diingatkan Allah agar melaksanakan niat naik haji," imbuhnya.

Usai naik haji nanti, Bardi bersama sang istri Rumiyati berniat terus bekerja keras untuk mewujudkan cita-cita memiliki rumah dengan hak milik. "Sekarang masih di atas Sultan Ground jadi hak guna saja, lha kalau diambil kami tidak punya rumah jadi inginnya bisa punya rumah yang hak milik," pungkas warga Cokrokusuman Jetis ini. (Fxh)