DIY Editor : Agus Sigit Selasa, 17 Oktober 2017 / 14:30 WIB

3000 Onthelis Bakal Serbu Jogja, Kembalikan Sejarah Kota Sepeda

YOGYA, KRJOGJA.com - Tidak kurang 3000 penggemar sepeda onthel (onthelis) dari berbagai daerah Indonesia dan bahkan luar negeri bakal menyerbu Yogyakarta pada 21-22 Oktober 2017 mendatang. Mereka bakal terlibat dalam acara Jogja Republik Onthel (JRO) 2017 yang kali ini dipusatkan di Museum Benteng Vredeburg.

JRO 2017 ini merupakan kegiatan keenam yang dilaksanakan secara dua tahunan. Paguyuban Onthel Jogja (Podjok) lagi-lagi menjadi inisiator penyelenggaraan event yang selalu dinanti para pegiat sepeda lawasan tersebut. 

Presiden JRO, Muntowil kepada wartawan dalam temu pers Selasa (17/10/2017) mengungkap tahun 2017 ini pihaknya mengusung tema Onthel Sahabat Museum, Museum Selalu di Hati. Tema tersebut menurut dia merupakan sebuah gambaran bahwa pecinta sepeda tua memiliki kecintaan pada museum. 

Muntowil juga mengatakan bawasanya hingga hari ini, sudah sangat banyak komunitas yang menyatakan akan datang ke Jogja memeriahkan JRO 2017. “Kalau kami total ada lebih dari 3000 onthelis yang datang ke Jogja nanti, ada dari Komunitas Sepeda Tua (Kosti) Jakarta, Bandung, Purwokerto, Klaten, Madiun, Surabaya, Bali bahkan juga ada dari Malaysia,” ungkapnya. 

Berbagai acara menarik bakal digelar selama dua hari tersebut yang bisa diikuti oleh para pecinta sepeda tua. “Di sana ada bazar dan tentu saja masyarakat bisa datang untuk mengenal lebih dekat sepeda onthel,” sambungnya. 

Ong Hari Wahyu, salah satu seniman yang turut dalam JRO 2017 menambahkan nantinya pada 22 Oktober akan diselenggarakan Deklarasi Jogja Republik Onthel dari seluruh masyarakat pegiat sepeda yang hadir. “Sebenarnya pesepeda ini protes karena di Jogja tak lagi ramah untuk bersepeda, jalur bersepeda hilang. Inilah yang ingin kembali disuarakan bagaimana pengguna jalan saling menghargai entah itu sepeda, motor ataupun mobil,” terangnya.

Di hari Minggu 22 Oktober 2017 nanti, para pesepeda juga bakal melaksanakan kirab jelajah museum pukul 08.00 hingga 10.00 WIB dengan titik start Benteng Vredeburg hingga Museum Ki Hajar Dewantara dan Pura Pakualaman. “Di sisi lain, kami jelas ingin mengembalikan Yogyakarta sebagai Kota Pariwisata yang ramah pesepeda,” pungkas Ong. (Fxh)