DIY Editor : Ivan Aditya Jumat, 06 Oktober 2017 / 22:59 WIB

Wedang Uwuh Imogiri Manfaatkan Daun Pala Makam Raja

BANTUL, KRJOGJA.com - Diusulkannya minuman khas Imogiri, wedang uwuh ke UNESCO menumbuhkan rasa optimis bagi masyarakat pemroduksi. Mereka sangat yakin kedepan minuman dengan komposisi rempah alami ini tidak hanya terkenal di seantero nusantara saja, namun juga bakal menembus pasar internasional sebagai komoditas ekspor.

Selain punya banyak khasiat untuk kesehatan wedang uwuh khas Imogiri atau sekitar Makam Raja Yogyakarta di Pajimatan itu punya keunikan tersendiri. Sebagaimana diketahui, seduhan wedang uwuh diracik dari cengkeh, daun pala khusus dari makam raja, kayu secang, kayu manis, gula batu serta jahe.

“Di tempat lain ada juga daun pala, tetapi paling punya citarasa khas hanya dari makam raja Yogyakarta di Imogiri,” ujar Eko Suciati salah satu produsen wedang dari Dusun Pundong Desa Wukirsari Kecamatan Imogiri Bantul, Jumat (06/10/2017).

Eko yakin minuman khas Imogiri tersebut punya cita rasa tersendiri, karena ada satu bahan pembuat wedang uwuh yang tidak ada di tempat lain kecuali di makam raja. Seperti daun pala makam raja itu tidak bisa tergantikan. Selain itu juga tidak bisa mengambil sendiri, tetapi lewat abdi dalem, karena lokasinya berada didalam kompleks makam.

Dijelaskan, awalnya masyarakat sekitar makam raja sebatas menyeduh minuman tanpa adanya nama khusus. Tetapi dalam perjalanannya dibentuklah brand wedang uwuh sebagai minuman khas dari Imogiri.

Sementara itu Camat Imogiri, Sigit Subroto mengatakan, wedang uwuh sekarang sudah berkembang. “Dulu itu masyarakat hanya membuat minum dengan  komposisi bergaam rempah. Tetapi belum ada namanya. (Roy)