Peristiwa Agregasi    Rabu, 04 Oktober 2017 / 05:05 WIB

Longsor di Cianjur, 1.300 Jiwa Mengungsi dan 380 Rumah Rusak

JAKARTA, KRJOGJA.com - Kondisi struktur tanah yang labil dan dipicu oleh hujan deras telah menyebabkan gerakan tanah atau longsor yang cukup luas di daerah Cianjur. Apalagi kondisi tanah yang retak-retak selama musim kemarau kemudian diguyur hujan yang cukup deras telah menyebabkan air mengisi retakan tanah tersebuh sehingga menimbulkan longsor.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, bencana longsor yang menimbulkan kerusakan ratusan rumah terjadi di lima dusun di Desa Waringinsari Kecamatan Takokak Kabupaten Cianjur Provinsi Jawa Barat pada Minggu 1 Oktober 2017 pukul 17.30 WIB. Longsor menyebabkan 800 KK (2.400 jiwa) terdampak.

“Tidak ada korban jiwa. Tercatat sebanyak 138 rumah rusak berat, 103 rumah rusak sedang, 139 rumah rusak ringan, dan 420 rumah terancam longsor,” ujar Sutopo dalam keterangannya, Selasa (3/10/2017).

Dia menambahkan, sekitar 1.300 jiwa masyarakat mengungsi karena rumahnya rusak dan khawatir akan adanya longsor susulan. Pengungsi tersebar di beberapa titik seperti di balai desa, madrasah, tetangga terdekat dan di rumah kerabatnya.

“Longsor juga menyebabkan tiga unit sekolah rusak sesang, 14 unit masjid rusak ringan, 18 unit musala rusak sedang, tiga saluran irigasi rusak berat, satu unit sarana air bersih milik Ponpes Riyadul Muthadin rusak berat, lima titik jalan tertimbun dan satu jalan putus,” ucapnya.

BPBD Kabupaten Cianjur bersama TNI, Polri, BPBD Provinsi Jawa Barat, Basarnas, Tagana, PMI, SKPD, relawan dan masyarakat melakukan penanganan darurat. Bupati Cianjur telah menetapkan status tanggap darurat bencana longsor tanggal 1-7 Oktober 2017. BPBD Cianjur telah memberikan bantuan logistik berupa beras, mie instan, sarden, kecap, saus, dan minyak goreng. (*)