Peristiwa Editor : Ivan Aditya Rabu, 16 Agustus 2017 / 15:54 WIB

Buron Setahun, DPO Diringkus Saat Pulang Kampung

PURWOREJO, KRJOGJA.com - Faj (32) alias Pelak warga Singodranan Kelurahan Baledon Kabupaten Purworejo akhirnya berhasil ditangkap Polisi setelah setahun lebih buron. Pelaku diringkus saat berada di sebuah warnet Jalan Tentara Pelajar saat ia tengah pulang kampung. Tersangka ditangkap karena terlibat dalam kasus penusukan terhadap Hery Setiawan di Pasar Seren Gebeng pada bulan Mei 2016 silam.

Aksi sadis itu bermula ketika tersangka mendegar informasi bahwa istrinya Sifa, selingkuh dengan korban. "Pelaku ini cemburu, lalu mencari keberadaan korban. Ketika itu, pelaku menemukan korban di kios stiker di Desa Seren," ujar Kasat Reskrim Polres Purworejo, AKP Kholid Mawardi kepada KRJOGJA.com, Rabu (16/08/2017).

Pelaku gelap mata ketika mendengar jawaban kurang enak dari korban, sehingga mengayunkan sabit yang dibawanya dan mengenai punggung Hery. Korban yang luka memar berupaya mendinginkan suasana dengan mengajak pelaku bicara empat mata.

Keduanya berboncengan sepeda motor ke sebuah bengkel di Seren. Di tempat itu, ada beberapa teman Hery dan akhirnya keduanya didamaikan. Sabit di tangan Faj pun bisa diamankan dan tersangka disuruh pulang.

Tampaknya dendam dalan hati Faj masih membara. Pulang ke rumah bukannya melakukan aktivitas harian, Faj justru mengambil pisau dapur dan keluar mencari Hery.

Tersangka naik angkudes dan tidak lama, melihat korban ada di Pasar Seren. Tersangka turun dan mendekat, tanpa basa basi langsung menusuk perut korban. Tersangka melarikan diri dan sempat membuang pisau di Sungai Dulang Seren.

Faj lalu kabur ke Jakarta, geser ke Lampung dan pindah ke Kalimantan. Karena tidak betah, tersangka kembali ke Jawa dan bekerja sebagai tukang tambal ban serta juru parkir di Yogyakarta. Hampir setahun kabur, tampaknya tersangka kangen ingin pulang.

Gelagat itu terendus Satreskrim Polres Purworejo. Petugas melakukan pengintaian dan membuntuti tersangka. "Ditangkap tanpa perlawanan di sebuah warnet," ucapnya.

Tersangka digelandang polisi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. "Tersangka dijerat Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman penjara paling lama 5 tahun," tandasnya. (Jas)