DIY Editor : Tomi sudjatmiko Rabu, 09 Agustus 2017 / 00:40 WIB

Alasan Stadion Kridosono Sering Jadi Tempat Konser

YOGYA, KRJOGJA.com - Stadion Kridosono bukan hanya terkenal karena kerap jadi tempat konser musik. Tempat yang 29 September 2017 nanti jadi lokasi konser grup rock asal Amerika Serikat, Dream Theater ini ternyata memiliki keunikan tersendiri yang belum banyak diketahui masyarakat.

Pihak pengelola Stadion Kridosono menilai bahwa service yang mereka berikan kepada penyewa tak ada yang istimewa, sehingga menurut mereka bukan pelayanan-lah yang membuat banyak pihak tertarik untuk menggelar acara konser maupun pertandingan di sana. Banyaknya konser band serta pertandingan sepakbola yang digelar di Stadion Kridosono tak lepas dari keistimewaan yang dimiliki stadion itu sendiri.

Terletak di Tengah Kota

Staff Divisi Realty PT Anindya Mitra Internasional Agus Indra Winarto mengaku pernah membuat barometer mengapa banyak pihak menjadikan Stadion Kridosono sebagai venue acara. Namun, letak stadion di tengah Kota Yogyakarta menjadi daya tarik khusus. Apalagi dekat dengan Malioboro sebagai ikon utama bagi para pendatang dan wisatawan.

"Harus saya akui memang letak Kridosono yang ada di tengah kota itu adalah keuntungan dan keistimewaan, jadi banyak yang menggunakan stadion ini," ujar Agus Indrawinarto.

Dekat dengan Stasiun Lempuyangan

Posisi Stadion Kridosono yang terletak di dekat Stasiun Lempuyangan dinilai sangat menguntungkan bagi para pendukung tim sepak bola seperti bonek. 

Pengelola Kolam Renang Umbang Tirta, Dimas mengatakan dulu banyak suporter yang senang apabila pertandingan tim kesayangannya diadakan di Stadion Kridosono.  "Karena mereka hanya butuh 8000 untuk naik kereta, turun di Stasiun Lempuyangan, dan jalan kaki menuju stadion. Kan menghemat biaya transport mereka,” ujar Dimas.

Ruang Mural

Keistimewaan Stadion Kridosono yang terletak di tengah kota menciptakan keistimewaan lainnya. Karena terletak di tengah kota Yogyakarta, Stadion ini sering dilewati oleh masyarakat dan membuat para seniman atau penggiat mural ingin memamerkan karya mereka di sana. 

Diakui oleh Agus, kebiasaan masyarakat memamerkan mural di tembok melingkar stadion sudah ada sejak lebih dari 3 tahun yang lalu. Hal ini menjadi penghasilan tersendiri bagi pengelola Kridosono untuk melakukan pemeliharaan terhadap stadion tersebut karena para seniman diwajibkan membayar sewa untuk menampilkan mural mereka di sana.

Kios Makanan Enak di Sekeliling Stadion

Pada saat dibangun, stadion Kridosono tak memiliki berbagai kios makanan. Karena itu, banyak pedagang aneka masakan atau jajanan di sore hari usai pertandingan sepak bola.

"Mereka (pedagang) datang berjualan memenuhi kebutuhan para penonton sepak bola yang capek. Suporter butuh makan. Kemudian kondisinya semakin semrawut, parkirnya juga berantakan, akhirnya pihak pengelola memutuskan untuk menatanya menjadi berbagai kios,” ujar Agus. 

Agus mencatat saat ini ada 16 kios yang ramai dikunjungi masyarakat dengan bangunan semi permanen. "Kami menyewakan itu untuk para pedagang yang sudah ada sejak dulu. Tapi satu pedagang, bisa memiliki 4 kios di sana. Ada juga yang punya 3 kios. Jadi sebenarnya pedagangnya sedikit tapi dagangannya yang banyak,” kata Agus. (Salsabila Annisa)