Peristiwa Agregasi    Minggu, 06 Agustus 2017 / 10:19 WIB

Suhu 50 Derajat 'Sambut' Jamaah Saat Wukuf

MAKKAH, KRJOGJA.com  - Cuaca ekstrem akan menyelimuti padang Arafah pada 31 Agustus 2017 atau 9 Zulhijah 1438 H. Situasi ini menjadi fokus utama Panitia Pelaksana Ibadah Haji (PPIH) 2017, lantaran 66,67% jamaah Indonesia adalah lanjut usia dengan catatan risiko tinggi.

"Diprediksi ini merupakan cuaca terpanas selama 20 tahun terakhir. Jadi akan sangat panas sekali," ujar Kepala Klinik Kesehatan Ibadah Haji (KKHI) Indonesia 2017 dr Yanuar Fajar, Sp.p, Sabtu (5/8/2017).

Menurutnya, cuaca akan diprediksi mencapai 50 derajat Celsius sampai dengan 60 derajat Celsius. "Cuaca akan meningkat suhunya mulai tanggal 20-an (Agustus)," imbuh dia. Namun dipredisikan, cuaca ekstrem akan berkurang pada musim haji 2018.

Berdasarkan pantauan, di Padang Arafah saat ini tengah dilakukan persiapan finalisasi tenda wukuf. Saat berkunjung pada pekan 29 Juli 2017, cuaca di Arafah pada siang hari mencapai 46 derajat Celsius. Sementara suhu di Makkah, tepatnya di Masjidil Haram, sekira pada 14.00 waktu Arab Saudi terpantau 49 derajat Celsius.

Cuaca panas di atas 50 hingga 60 derajat Celsius sangat berisiko tinggi bagi jamaah Indonesia yang terbiasa dengan cuaca tropis di kisaran 32 hingga 38 derajat Celsius. Jika terpapar panas ekstrem, maka jamaah bisa terkena heatstroke yang bisa mengancam jiwa. Heatstroke pada dasarnya adalah kondisi yang disebabkan kondisi panas tubuh meningkat. Keadaan ini biasanya akibat terlalu lama terpapar panas atau beraktivitas fisik pada suhu tinggi seperti di bawah terik matahari. (*)