Jateng Editor : Danar Widiyanto Jumat, 14 Juli 2017 / 23:10 WIB

Soal Konflik Taxi, Walikota Solo Wadul ke Menhub

SOLO, KRJOGJA.com - Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo wadul ke Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi, pada Rabu (12/7/2017), terkait sikap Pemerintah Kota (Pemkot) Solo menolak keberadaan transportasi umum ilegal, sebagaimana protes kalangan kru taxi konvensional awal pekan ini. Terlebih, ketika dilakukan penelusuran, pihaknya gagal menemukan alamat Koperasi Jasa Transporasi Usaha Bersama (KJTUB) yang disebut-sebut menaungi operasional taxi online Uber.

"Semua saya sampaikan kepada Pak Menteri (maksudnya menhub Budi Karya Sumadi-red), agar mengambil langkah sesuai peraturan yang berlaku," tegas Walikota FX Hadi Rudyatmo, menjawab wartawan, di Balaikota, Jumat (14/7/2017). Saat itu juga, Menhub Budi karya Sumadi memerintahkan Direktur Prasarana Perhubungan Darat Kemenhub, untuk menyurati manajemen UberX, Go-Car, serta perusahaan sejenis agar mematuhi Peraturan Menteri Perhubungan No 26 tahun 2017.

Tuntutan para kru taxi konvensional di Solo terkait operasional taxi online, menurut pria yang akrab disapa Rudy, dalam batas wajar. Mereka hanya meminta agar perusahaan berbasis aplikasi online di bidang jasa transportasi umum, menggandeng perusahaan angkutan umum setempat, sebagaimana tertuang dalam aturan main. Ketika Grab beroperasi di Solo dengan menggandeng perusahaan angkutan umum yang telah ada, ujarnya, terbukti tidak menimbulkan masalah, bahkan saling bersimbiosis.

Selain wadul ke Menhub, Rudy juga mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) segera menetapkan kuota taksi di seluruh kota kabupaten di wilayah Jateng, melalui Peraturan Gubernur (Pergub). Kekosongan regulasi terhadap moda transportasi umum khusus nontrayek ini, bisa menimbulkan persoalan pelik, bukan saja gesekan antar kru angkutan umum, tetapi juga penambahan beban kesemrawutan lalu lintas di kota.

Belum lagi dampak ikutan berupa peningkatan cemaran akibat gas buang kendaraan, menurutnya dipastikan memberikan kerugian besar kepada generasi penerus. Saat ini, Kota Solo mampu meraih peringkat kedua dalam hal udara bersih wilayah perkotaan, namun capaian itu dapat terancam jika beban lalu lintas kendaraan bermotor di jalan raya tak terkendalikan.

Sembari meununggu penyelesaian persoalan taxi online tersebut, Rudy meminta seluruh pihak bisa saling menahan diri, agar tidak terjadi hal-hal tak diinginkan. Pihak pengelola taxi online di satu sisi, tidak memaksakan diri beroperasi sebelum mengantongi izin yang ditetapkan, sedangkan kru taxi konvensional di sisi lain, juga tidak terpancing pada konflik yang dapat menimbulkan gesekan.(Hut)