Jateng Editor : Danar Widiyanto Rabu, 12 Juli 2017 / 14:41 WIB

DIBANGUN SEMASA KEJAYAAN PB X

Jembatan Pasar Gedhe Bakal Dikaji Ulang

SOLO, KRJOGJA.com - Konstruksi jembatan Pasar Gedhe yang dibangun semasa kejayaan Sinuhun Pakoe Boewono (PB) X, akan dikaji ulang, terkait kerusakan yang sempat terjadi pekan lalu. Kajian akan melibatkan berbagai kalangan, termasuk Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB), sebab jembatan dengan pagar pembatas berarsitektur Belanda tersebut, telah ditetapkan sebagai Bangunan Cagar Budaya (BCB).

Menjawab wartawan di Balaikota, Rabu (12/7/2017), Kepala Seksi Kasi Pembangunan Jalan dan Jembatan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), Joko Supriyanto, menyebutkan, hasil kajian tersebut nantinya dijadikan acuan penanganan lebih lanjut atas jembatan Pasar Gedhe. Sebagai bangunan berstatus BCB, tambahnya, penanganan jembatan sepanjang sekitar 14 meter itu mesti dilakukan secara hati-hati dengan mempertimbangkan aspek pelestarian.

Dari hasil pencermatan sementara saat dilakukan perbaikan atas kerusakan yang terjadi pekan lalu, Joko menyebut, memang hanya terletak pada landasan yang mulai rapuh, hingga menimbulkan lobang karena lapisan aspal mengelupas. Sedangkan konstruksi utama jembatan, sementara ini relatif masih kuat. "Hanya saja, untuk memastikan kekuatan sekaligus tingjkat kerusakan, perlu dilakukan kajian secara detil dan terukur," ujarnya.

Selama ini, jembatan Pasar Gedhe sama sekali belum pernah tersentuh perbaikan, kecuali sekadar pengaspalan ulang. Di sisi lain, beban kendaraan yang melalui jembatan semakin besar, terkait peningkatan volume lalu lintas di sekitar Pasar Gedhe yang kian padat, maupun tonase kendaraan. Karenanya, kajian serta tindak lanjut serasa mendesak segera dilakukan, sebelum terjadi kerusakan lebih parah lagi.

Selain itu, pihaknya juga akan mengkaji ulang kekuatan struktur jembatan lain di wilayah Solo yang saat ini tercatat 175 unit, dan sebagaian besar telah berusia puluhan tahun. Beberapa jembatan, tambahnya, dalam beberapa waktu terakhir mengalami kerusakan dengan lobang cukup besar, diantaranya jembatan Pasar Legi, Ringin Semar, Ngemplak dan lain-lain. Kerusakan itu terjadi, akibat dilalui kendaraan berat melebihi batas tonase. (Hut)