DIY Editor : Ivan Aditya Selasa, 04 Juli 2017 / 14:19 WIB

PT KAI LAKUKAN PENGOSONGAN BESOK

PKL Selatan Stasiun Tugu Tolak Penggusuran

YOGYA, KRJOGJA.com - Tak kurang 75 pemilik kios kaki lima di Jalan Pasar Kembang (Sarkem) bakal diminta mengosongkan tempat berjualan, Rabu (05/07/2017) besok mulai pukul 06.00 WIB oleh PT KAI selaku pemegang pengelolaan atas tanah. Namun perintah pengosongan itu mendapat penolakan dari para pedagang yang mengaku juga memiliki hak guna atas tanah tersebut.

Bahkan para pedagang siap melakukan perlawanan apabila pihak PT KAI benar-benar melakukan penggusuran. Salah seorang pedagang, Tri Wahyudi mengaku selama ini belum ada kejelasan dari pihak KAI atas kelanjutan hidup mereka setelah diminta pergi.

"Kita minta tempat yang layak, tak ada selama ini opsi dari PT KAI. Kalau digusur kita tak bisa menghidupi anak istri kita, surat baru diterima 3 Juli 2017 kemarin dan besok pagi sudah harus mengosongkan, kami tidak mau," ungkapnya kepada KRJOGJA.com, Selasa (04/07/2017).

Pedagang lain, Siti Mudrikah mengungkap selama ini ia dan pedagang lain membayar pajak layaknya masyarakat umum. Bahkan, Siti mampu menunjukkan surat dari Kraton Yogyakarta untuk penggunaan lahan yang saat ini dipakainya berjualan.

"Kok sekarang diminta untuk ikhlas saja dan merelakan kios dibongkar, padahal kami bayar pajak juga setiap tahun Rp 65 ribu juga retribusi sampah sebulan Rp 10 ribu. Kita juga punya surat dari Kraton ini, jadi ya tak bisa digusur begitu saja," ungkapnya sembari menunjukkan secarik kertas yang disebutnya dari Kraton.

Sementara Susilo Wardoyo salah satu pedagang yang juga ketua Paguyuban Balokan mengakui sampai saat ini belum ada kesepakatan antara pedagang dengan pihak PT KAI terkait nasib mereka selanjutnya. Apabila benar akan digusur esok, para pedagang siap melakukan perlawanan untuk mempertahankan lokasi berjualan.

"Jangan sampai lah kita digusur karena pasti ada perlawanan karena belum ada kesepakatan, kita akan melawan dan pertahankan. Kalau sudah ada kesepakatan mungkin berbeda, apa boleh buat tapi belum ada sama sekali. Perbaiki kawasan itu tidak apa-apa, bagus dan kami setuju tapi jangan digusur," keluhnya.

Perwakilan para pedagang bersama LBH Yogyakarta hari ini melakukan audiensi ke DPRD Kota Yogyakarta untuk menolak upaya penggusuran tersebut. "Kami berusaha meminta solusi karena bagaimanapun ini lahan kami mencari nafkah, satu-satunya," pungkas Susilo. (Fxh)