Jateng Editor : Tomi sudjatmiko Selasa, 20 Juni 2017 / 20:11 WIB

Demi Ketemu Gus Mus, Santri Ini Rela Gowes Dari Kediri

JARUM jam menunjukkan pukul 08.00 WIB ketika seorang santri dari Pesantren Lirboyo Kediri Jawa Timur bernama M Rizki Wahyudin (22) mulai mengayuh sepeda pancalnya (onthel,Red) menuju Kabupaten Rembang,Jawa Tengah pada pertengahan bulan ramadan ini. 

Berbekal uang saku Rp15.000, remaja yang akrab disapa Wahyu ini, memantapkan diri bertarung dengan terik matahari untuk mewujudkan kehendaknya, mengaji kepada sang idola, KH Ahmad Mustofa Bisri atau Gus Mus di Pesantren Raudlatut Thalibin, Leteh,Rembang dan kiai sepuh KH Maemun Zubair di ponpes Al Anwar,Sarang,Rembang Jawa Tengah.

Pria kelahiran Lampung Selatan pada 4 Juni 1995, bersepeda jauh, bukan hal baru. Namun cukup sejauh Kediri-Jombang. Sementara ngontel dengan jarak sekitar 227 kilometer ke Rembang, baru kali ini dilakoni. Terlebih dengan bekal seadanya.

"Saya ngefans dengan Gus Mus dan Mbah Moen (KH Maimoen Zubair, Sarang). Sulit mencari ulama seperti beliau dalam hal berdiri tegak di tengah kelompok kanan dan kiri,” kata Wahyu kepada wartawan saat tiba di Leteh, Rembang, Senin (19/06/2017). Wahyu yang masih duduk di  Kelas II Tsanawiyah di Lirboyo sempat mengontak orang tuanya di Lampung Selatan, sebelum berangkat ke Rembang. Berpamitan dan meminta tambahan kiriman uang saku. Izin dikantongi, tapi permintaan keduanya tidak langsung dipenuhi.
          
"Santri di Lirboyo bebas mengaji kemana ketika libur Tsanawiyah. Begitu mantap, saya sowan ke kiai bareng teman-teman. Sempat kontak juga orang tua. Pamit dan minta uang saku, tapi nggak langsung dikirim. Akhirnya tetap berangkat dengan bekal Rp15.000,” katanya. 

Sampainya di Sarang, bertemu dengan sesama teman santri dari Lirboyo. Hatinya saat itu mulai berbunga, setelah mendapat kabar bisa sowan ke Mbah Moen (KH Maemun Zubair,Red) pada keesokan hari usai Salat Asar, dan akhirnya bisa bertemulah Wahyu dengan ulama sepuh tersebut. 

"Mbah Moen ini dahulu mengaji, nyantri juga di Lirboyo. Mbah Moen bahkan pernah bertemu dengan generasi 1910, atau awal pendiri Lirboyo, Jadi secara sanad keilmuwan, dekat dengan para pendahulu. Namun pada Puasa tahun ini saya ingin mengaji kepada Gus Mus, yang juga alumnus Lirboyo,” katanya. (Agus Sutomo)