Jateng Editor : Agus Sigit Rabu, 24 Mei 2017 / 16:31 WIB

Jadi Kampung Pelangi, Wonosari Kini tak Kumuh lagi

SEMARANG (KRJogja.Com) - Walikota Semarang Hendrar Prihadi kini berbangga hati setelah program pemberantasan kampung-kampung kumuh melalui penataan dan pengecatan di Kampung Wonosari membuahkan hasil dan berhasil memikat wisatawan untuk berkunjung ke Semarang.

Kampung Wonosari yang semula dikenal kumuh dan berada di perbukitan yang menyatu dengan areal pemakaman umum Bergota, kini berganti julukan menjadi Kampung Pelangi. Perkampungan yang berada di perengan Bukit Bergota tersebut kini dipandang sangat indah karena rumah-rumah yang ada bercat warna-warni bagai pelangi.

Kampung Pelangi setelah viral di Media Sosial menjadi sering banyak dikunjungi wisatawan, baik domistik maupun manca negara. Darmanto, salah seorang warga mengakui dulu sebelum ada program pengecatan warna-warni yang disupport Walikota Semarang, kampungnya sangat sepi dan hanya dikunjungi banyak orang setiap malam Jumat Kliwon dan lebaran. Kunjungan tidak lain oleh mereka yang memang menziarahi makam keluarga yang masih terdapat di Bukit Wonosari Bergota.

"Setelah jadi Kampung Pelangi, setiap harinya bisa mencapai ratusan hingga ribuan orang mengunjungi kampung dan banyak yang selfy. Karena semua rumah temboknya dicat dan dihias berbagai motif gambar", ujar Darmanto.

Walikota Semarang Hendrar Prihadi mengaku surprise karena apa yang diharapkan ibarat gayung bersambut. Warga Wonosari dengan bersuka cita dan gotong royong mampu menciptakan kampungnya menjadi meriah dan indah. "Kami hanya memfasilitasi saja. kami gerakkan seluruh komponen masyarakat, baik itu pengusaha maupun kalangan industri untuk ikut peduli melalui program CSR masing-masing guna mengubah kampung-kampung yang semula kumuh menjadi indah dan menarik. 
"Alhamdulillah semua mendukung dan itu semua dilakukan secara gotong royong", ujar Hendrar Prihadi.

Yang pasti menurut Hendrar Prihadi, masyarakat kini merasakan dampaknya dari semuanya itu. Ada yang berdagang makanan dan minuman, serta kerajinan khas. (*)