Jateng Editor : Danar Widiyanto Selasa, 25 April 2017 / 10:30 WIB

Langganan Banjir, Warga Bantaran Desak Rehab Jembatan

KARANGANYAR,KRJOGJA.com - Pengajuan rehab jembatan di Dusun Daleman Rt 07/Rw VI Desa Ngringo, Jaten tak kunjung terealisasi. Padahal sarana tersebut vital bagi warga di area langganan banjir itu.

“Permohonan sudah disampaikan ke pemerintah desa pada 2013 dan 2016. Tapi belum tampak ada perhatian sama sekali. Kampung ini tetap saja kebanjiran,” kata Ketua Rt 07/Rw VI, Budi HS kepada KRJOGJA.com, Selasa (25/4/2017).

Jembatan itu berada di akses keluar masuk 36 KK dari kampung tersebut ke jalur utama. Setiap kali Sungai Bengawan Solo meluap, banjir selalu masuk lewat jembatan itu menuju perkampungan. Ini dikarenakan ketinggian jembatan sama atau lebih rendah dari tinggi mata air (TMA) sungai saat sedang meluap. Budi mengatakan, sedianya jembatan itu berposisi lebih tinggi dibanding jalan kampung dan TMA Sungai Bengawan Solo.

“Kebanjiran itu pasti, karena kami tinggal di bantaran sungai. Tapi setidaknya, banjir tidak langsung menyerbu perkampungan lantaran tertahan jembatan. Ini yang sedang kami perjuangkan agar rehabnya terealisasi,” katanya lagi.

Dalam proposal pengajuannya, disebutkan panjang jembatan 19 meter dan lebar emat meter. Untuk meninggikan level jembatan dibutuhkan Rp 20 juta-Rp 25 juta. Dia mengatakan, jembatan itu juga satu-satunya jalur evakuasi warga ke pengungsian saat banjir menerjang.  

Pantauan KRJOGJA.com, jembatan dan perkampungan itu kembali tergenang banjir Sungai Bengawan Solo pada Senin (24/4/2017). Puluhan KK memilih bertahan di rumahnya dan ke tetangga karena dianggap belum terlalu parah. Usai surut, kegiatan rutin membersihkan lingkungan dikerjakan secara gotong-royong.

“Warga sudah terbiasa kebanjiran. Permintaan kami tidak muluk-muluk, hanya peninggian jembatan saja,” jelasnya.

Menanggapi hal tersebut, Camat Jaten Aji Pratama Heru K menyarankan warga terdampak banjir di Daleman aktif berkomunikasi ke Pemdes Ngringo. Segala saluran negosiasi dapat ditempuh, misalnya mengadu ke DPRD. Menurutnya, warga tak boleh patah semangat hanya karena usulannya tertunda.

“Dana desa di Ngringo cukup besar. Jika itu mendesak, kawal terus sampai terealisasi,” katanya.

Warga juga dapat mengusulkan rehab jembatan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Melihat kebutuhannya urgen, dimungkinkan mendapat prioritas. (R-10)