Peristiwa Editor : Agus Sigit Rabu, 29 Maret 2017 / 17:45 WIB

Delapan Tahun Buron, Pelaku Penggelapan Mobil Ditangkap

SUKOHARJO (KRjogja.com) - Delapan tahun buron setelah melarikan diri AB (56) pelaku penipuan dan penggelapan mobil berhasil ditangkap petugas Polres Sukoharjo di Balikpapan. Diduga ada delapan orang korban atas perbuatan pelaku yang dilakukan 2008 lalu.

Kapolres Sukoharjo AKBP Ruminio Ardano, Rabu (29/3) mengatakan, kasus penipuan dan penggelapan mobil dilaporkan oleh satu korban yakni Adi Basuki (57) warga Dukuh Waringinrejo, Desa Cemani, Kecamatan Grogol pada 26 September 2008 lalu. Pelaku melakukan aksinya dengan berkedok menjual mobil disebuah showroom di Jalan Slamet Riyadi, Desa Makamhaji, Kecamatan Kartasura.

Kronologis kejadian korban membeli sebuah mobil Toyota Innova warna silver metalik tahun 2005 AD 555 BB kepada pelaku. Korban telah lunas membayar secara tunai. Namun dalam perkembanganya BPKB ternyata belum diberikan kepada korban.

BPKB tersebut justru digadaikan pelaku kepada orang lain untuk mendapatkan uang. Saat korban meminta BKPB pelaku selalu berdalih dan tidak bisa memberikannya. Untuk bisa mendapatkan BPKB korban dipaksa harus melunasi uang dari seseorang yang memberikan pinjaman kepada pelaku. Kondisi tersebut memberatkan dan membuat korban merasa dirugikan karena sebelumnya sudah membayar lunas kepada pelaku.

Atas laporan tersebut polisi kemudian melakukan pengejaran terhadap pelaku. Pelaku sulit ditangkap karena sering berpindah tempat saat melarikan diri. Penangkapan akhirnya berhasil dilakukan petugas Polres Sukoharjo terhadap pelaku di Balikpapan. Penangkapan dilakukan pada Jumat (24/2) sekitar pukul 14.30.

“Penangkapan dilakukan disebuah rumah di Jalan Komplek Bukit Siaga Indah Balikpapan Kota berdasarkan laporan satu korban. Diduga total ada delapan korban dan tujuh diantaranya belum melapor,” ujar AKBP Ruminio Ardano.

Selama melarikan diri di Balikpapan pelaku bekerja swasta demi bisa mendapatkan uang. Perbuatan pelaku tidak diketahui warga disana karena baru mengenalnya. “Pelaku dikenakan pasal 378 KUHP dan atau Pasal 372 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun penjara,” lanjutnya. (Mam)