DIY Editor : Ivan Aditya Kamis, 23 Maret 2017 / 10:29 WIB

Bau Gas Menyengat, Warga Baciro Minta Dukungan Dewan

YOGYA, KRJOGJA.com - Bau gas menyengat yang masih tercium dari Depo Gas Elpiji milik Pertamina di kawasan Lempuyangan Baciro Kota Yogyakarta. Akibatnya, warga tak hanya terganggu di indra penciuman saja namun hingga aktivitas lain seperti ekonomi dan sosial.

Bau gas yang masih menyengat tercium semakin diperparah adanya dugaan intimidasi oknum anggota DPRD DIY dan vendor pengepresan tabung rusak dan cacat pada warga untuk segera menandatangani pernyataan sebagai syarat pengajuan ijin gangguan (HO). Yanto, Ketua Forum Warga Baciro Barat mengatakan beberapa waktu terakhir ada anggota DPRD DIY yang ikut serta memaksa warga menandatangani persetujuan.

Padahal menurut dia warga tak ingin mempersulit ijin namun keinginan mereka tak muluk hanya masalah bau tak sedap yang hampir setiap waktu tercium di kawasan tersebut. “Keinginan kami hanya sederhana yang penting tidak bau, hanya itu saja karena baunya sangat-sangat mengganggu. Sekarang aktivitas pengepresan masih terus berlangsung jadi baunya masih saja tercium dan Pertamina tidak mengawasi padahal sudah tak boleh beroperasi," ungkapnya kepada KRJOGJA.com, Rabu (22/03/2017).

Warga lain, Hantoro mengungkap upaya intimidasi warga agar menandatangani pernyataan sebagai syarat pengajuan ijin HO dirasa cukup intensif bahkan hingga meninggalkan uang di rumah warga hingga menutup ruas jalan yang ada di belakang depo. "Dulu ada kesepakatan boleh menggunakan jalan tersebut untuk akses tapi sekarang dilarang, hal-hal inilah akhirnya membawa kami ke dewan kota," terangnya.

Warga berharap permasalahan bau gas menyengat yang dirasakan warga bisa segera diatasi sehingga kehidupan warga setempat bisa berjalan seperti sediakala. Terlebih sudah banyak yang mengeluh terdampak secara fisik seperti mual, muntah hingga kehilangan nafsu makan.

"Harapannya segera ada solusi, baik dari Pertamina maupun pihak terkait lainnya. Semoga suara kami dapat didengarkan dewan," pungkasnya. (Fxh)