Peristiwa Editor : Tomi sudjatmiko Rabu, 08 Maret 2017 / 21:05 WIB

Bandara Morotai Segera Dioperasikan

JAKARTA (KRjogja.com) -Bandara Maratua Timur yang diharapkan akan membuka akses pariwisata di wilayah Kalimantan Timur, siap dioperasikan. Rencananya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan meresmikan penggunannya pada pekan depan.
          
Proses percepatan pembangunan bandara yang berdekatan dengan perbatasan Indonesia-Malaysia itu, dilaksanakan selama dua tahun terakhir dengan menghabiskan dana hingga Rp 140 miliar. “Pembangunannya sudah dimulai sejak 2008 dan dua tahun ini dikebut agar bisa segera dioperasikan,” kata Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub, Agus Santoso, di Jakarta, Rabu (08/03/2017).

Agus mengemukakan, pengoperasian bandara Maratua bertujuan untuk meningkatkan konektivitas dan mempermudah mobilitas maayarakat. “Selain itu, dari Bandara Maratua masyarakat akan lebih mudah untuk berwisata ke Pulau Derawan yang penuh keindahan,” ujarnya.

Selain Bandara Maratua, pemerintah melalui Kemenhub juga tengah fokus untuk mengembangkan dan membangun 15 bandara di pinggiran dan pulau terluar Indonesia. “Tujuan pembangunan ini untuk membuka konektivitas wilayah kepulauan dan untuk menegakkan NKRI,” kata Agus.

Pembangunan dan pengembangan infrastruktur transportasi udara ini banyak dilakukan di wilayah terluar dan perbatasan Indonesia, seperti Kepulauan Anambas (Provinsi Kepulauan Riau) ataupun Pulau Miangas (Provinsi Sulawesi Utara) yang terletak di perbatasan Indonesia - Filipina. Daerah timur Indonesia, seperti Maluku dan Papua pun tak luput menjadi sasaran pembangunan.

Menurut Agus, Kemenhub berkomitmen untuk mewujudkan Nawa Cita yang digagas oleh Presiden Joko Widodo, yaitu pemerataan pembangunan untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi dan memperkuat daerah-daerah dalam kerangka negara kesatuan. Pembangunan tersebut tidak hanya terfokus di wilayah Jawa, namun merata ke pulau lainnya di Nusantara atau dengan kata lain, tidak lagi Jawa sentris, melainkan Indonesia sentris. (Imd).