Peristiwa Editor : Tomi sudjatmiko Selasa, 14 Februari 2017 / 05:29 WIB

Bandara Kertajati Beroperasi Maret 2018

MAJALENGKA (KRjogja.com) - Masyarakat Jawa Barat segera memiliki bandar udara (bandara) baru bertaraf internasional. Bandara yang dibangun di atas lahan seluas 1.800 ha di Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat ini, ditargetkan bisa dioperasikab pertengahan 2018.

"Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) diargetkan full operasional Maret 2018," kata Direktur Utama PT BIJB,  Virda Dimas Ekaputra, di lokasi proyek pengerjaan Bandara BIJB Kertajati, Majalengka, Senin (13/02/2017).

Bandara baru yang berada pada areal seluas 1800 hektar itu,  saat ini sedang dikebut pengerjaanya. Untuk sisi darat (landside)  total anggaran yang diperlukan Rp 2,1 triliun. Pemprov Jawa Barat untuk tahun anggaran 2016-2017
telah menggelontorkan dana sebesar Rp 537 miliar. 

Sedangkan sisanya, sebesar  Rp 1,45 triliun bersumber dari manajemen PT BIJB Rp 750 miliar (51 persen) dan sebesar  Rp 730 miliar (49 persen) lagi sumber dananya akan melibatkan swasta melalui Reksa Dana Penyertaan Terbatas (RDPT).

Dijelaskan Virda, pembangunan Bandara Kertajati meliputi tiga paket meliputi pembangunan infrastruktur dengan biaya Rp 355  miliar dan saat ini progresnya mencapai 64,2 persen diperkirakan selesai 3 Juli 2017. Kemudian terminal utama penumpang senilai Rp 1,395 miliar, sudah mencapai 19,9 persen yang ditargetkan selesai  6 Desember 2017 dan pembangunan gedung penunjang operasional senilai Rp 416 miliar mencapai 35,04 persen ditargetkan selesai 8 Agustus 2017.

Sedangkan sisi udara (airside) meliputi pembangunan runway sepanjang 2.500  meter, lebar 60 meter, appron, taxi way, cross taxi, dan menara ATC ditangani langsung pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Pada tahun 2016, Kemenhub telah mengucurkan dana sebesar Rp 500 miliar dan tahun 2017 sebesar Rp 250 miliar. 

Virda menyatakan, pembangunan Bandara Kertajati sampai saat ini sesuai dengan rencana, sehingga pada bulan Januari 2018 dapat dilakukan soft operation  dan pada  Maret 2018 bisa dioperasikan secara penuh. "Semula semuanya ditangani Pemerintah Propinsi Jawa Barat, namun setelah dikunjungi Presiden Joko Widodo akhirnya pembangunan sisi udara ditanggung oleh Kementerian Perhubungan dengan dananya dari APBN.Progres pembangunan secara keseluruhan, baik dari sisi darat maupun sisi udara telah mencapai 30,09 persen," ungkapnya.

Konsep bandara yang berada di Kecamatan Kertajati Kabupaten Majalengka itu sama dengan bandara Kualanamu. Menggunakan lahan di lima desa yaitu, Kertajati, Bantarjati, Kertasari, Sukakerta dan Sukamulya. Bandara ini nantinya akan dikelola oleh BIJB bekerjasama dengan PT Angkasa Pura (AP) II. (Imd).