DIY Editor : Agus Sigit Rabu, 18 Januari 2017 / 10:24 WIB

Komandan Tertangkap, Geng Klitih Akan Disikat Habis!

BANTUL (KRjogja.com) - Pentolan geng cah klitih, pelaku pembacokan di sejumlah lokasi di Yogya dibekuk aparat Polres Bantul. Pelaku adalah Ag alias Plendus (21). Dia diduga memiliki belasan anak buah dan sering membacok warga di sekitar Kota Yogya. Kedua anggota  geng klitih ini dibekuk petugas patroli Sabhara  Polres pada Sabtu (14/1) malam saat nongkrong di Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul.

Kasat Reskrim Polres Bantul AKP Anggaito Hadi Prabowo membenarkan jika kedua orang ini pernah membacok di beberapa tempat. Namun Anggaito belum memastikan apakah mereka adalah pelaku pembacokan di sejumlah lokasi di Bantul atau tidak. “Mereka tidak mengaku ketika diinterogasi mengenai keterlibatan kejadian di Bantul maupun Bambanglipuro,” jelasnya.

Lebih lanjut Anggaito menjelaskan, kedua tersangka merupakan anggota sebuah geng di Kota  Yogyakarta yang sering bermasalah dengan beberapa kelompok lainnya. Geng tersebut sudah sangat terorganisir, mulai  dari perekrutan, pengurus, hingga peraturan untuk anggota  geng  tersebut. Di Yogyakarta, geng ini diketahui beroperasi di beberapa wilayah yang dibagi dalam tigazona yaitu utara, tengah dan selatan. “Tersangka Plendus merupakan ketua wilayah Yogya Selatan,” ungkap Anggaito.

Dijelaskan,  sebagai  ketua  geng, Plendus membawahi setidaknya 15 anggota. Ironisnya, sebagian anggotanya masih berstatus pelajar layaknya Repsol yang tercatat sebagai siswa salah satu SMK Swasta di Bantul. “Sang ketua geng biasanya mendapatkan laporan dari  salah  seorang anggotanya yang bermasalah dengan pihak  lain. Kemudian pihak yang bermasalah inilah menjadi target untuk diserang,” kata Anggaito.

Komandan Geng Klitih Wilayah Selatan Ditangkap

Lebih  lanjut Anggaito menyebutkan, pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap beberapa anggota anak buah Plendus.  “Kita  kejar  terus, kalau  bisa kita akan basmi sampai habis,” tegas Anggaito.

Selama tahun 2016 yang lalu, setidaknya terjadi 15 kasus pembacokan di wilayah Bantul. Namun tidak seluruh kasus   merupakan murni diakukan atas dasar dendam atau ulah klitih. Sebagian di antaranya merupakan tindakan curat dan curas. Dikatakan Anggaito, hampir seluruh kejadian yang terjadi belakangan ini berlatar belakang dendam   antarkelompok  atau permasalahan pribadi. Setelah mendalami keterangan dari para korban, diketahui para korban ini juga merupakan anggota dari  kelompok lain yang bermasalah.

“Jadi yang benar benar menyerang orang tak dikenal (klitih) malah kita belum menemui, hampir semuanya karena masalah antarkelompok sama dendam pribadi,” pungkasnya. (C-1)