DIY Editor : Ivan Aditya Jumat, 06 Januari 2017 / 17:35 WIB

Ratusan Warga Keturunan Jawa dari 14 Negara akan Kumpul di Yogya

YOGYA (KRjogja.com) - Perhelatan akbar bertaraf international Javanese Diaspora Event-Ngumpulke Balung Pisah III (JDE III) kembali digelar di Yogyakarta pada 17-23 April mendatang.  Berbeda dengan JDE I dan II yang penyelenggaraannya dikelola sendiri oleh perkumpulan Javanese Diaspora Network, untuk event kali ini Paguyuban Javanese Diaspora-Ngumpulke Balung Pisah dan para Diaspora didukung masyarakat dan pemerintah Yogyakarta yang diwakili KPH Wironegoro dan Dinas Kebudayaan DIY.

JDE III bakal dihadiri ratusan peserta keturunan Jawa yang selama ini telah tersebar di berbagai negara di dunia. Diantaranya berasal dari Suriname, Belanda, Kaledonia Baru, Malaysia, Singapura, Australia, Amerika Serikat, Meksiko, Cina, Hongkong, Taiwan, Jerman, Polandia, Madagaskar, Thailand, Srilangka, Vietnam, Indonesia, dan negara-negara lainnya.

"Event ini terbuka bagi siapa saja yang memiliki ketertarikan terhadap budaya Jawa, baik dari dalam maupun luar negeri. Untuk memudahkan koordinasi, koordinator paguyuban di masing-masing negara diaspora akan membantu pengaturan di setiap negaranya. Mereka yang akan mengkoordinir keikutsertaan peserta dan mendatangkannya ke Yogyakarta," ujar Ketua Panitia JDE III, Indrata Kusuma Prijadi di Yogyakarta, Jumat (06/01/2017).

Indrata menyampaikan seperti pelaksanaan JDE sebelumnya, para keturunan dan antusias Jawa ini sangat tidak sabar untuk berkumpul kembali, bertukar pikiran dan pengalaman sebagai diaspora, mengetahui dan mempelajari tentang budaya asal leluhurnya. Event ini diharapkan bisa menjadi wadah komunikasi, silaturahmi serta media bagi para peserta untuk napak tilas budaya Jawa serta leluhur mereka.

"JDE III kali ini bertemakan ’Jawa, Mbiyen-Saiki lan Mbesuke (Jawa, Dulu-Kini dan di Masa Depan)’ Kita bisa merunut sejarah, belajar tentang seni dan budaya Jawa di masa lalu, kini dan bertukar pikiran tentang bagaimana pelestarian serta perkembangannya di masa yang akan datang," tutur Indrata yang juga merupakan Ketua Paguyuban Javanese Diaspora Network Panitia JDE III telah menyiapkan berbagai kegiatan selama tujuh hari tersebut.

Seperti sarasehan, pentas seni dan budaya Jawa, lomba fotografi, lomba esai Javanese Diaspora, lomba Stand Up Comedy Jawa ’Asal Njeplak’, festival kuliner tradisional, kunjungan para diaspora Jawa ke sekolah-sekolah, dan lain sebagainya. "Bagi khalayak umum dan para mahasiswa yang ingin mengetahui dan belajar tentang orang jawa, budaya dan penyebarannya ke berbagai negara di dunia juga bisa turut serta dalam kegiatan ini," pungkasnya. (Ira)