DIY Editor : Agus Sigit Jumat, 25 November 2016 / 00:10 WIB

Pelajar Bawa Senjata, Kapolres Sleman Himbau Ortu

SLEMAN (KRjogja.com) - Kasus tawuran hingga pembacokan yang dilakukan anak-anak di bawah umur ternyata masih saja terjadi di wilayah Sleman beberapa waktu terakhir. Kapolres Sleman AKBP Burkan Rudy Satria pun meminta para orang tua untuk mengawasi betul anak-anaknya meskipun ketika pamit bersekolah.

Ditemui wartawan usai pengamanan TKP benda diduga bom di ringroad utara Kamis (24/11/2016) Burkan menyayangkan masih saja ada kekerasan yang melibatkan pelaku remaja di wilayah Sleman dalam satu minggu terakhir yang bahkan menimbulkan dua korban. Menurut Kapolres, pihaknya tetap akan mengusut tuntas meskipun kasusnya terhitung kenakalan remaja.

"Meskipun motifnya keributan biasa tapi tetap saja meresahkan dan tidak bisa dibiarkan, kami akan usut tuntas. Namun demikian untuk pencegahan, kami sangat memohon pada para orang tua agar benar-benar melakukan pengawasan bahkan saat anaknya pamit ke sekolah, pastikan barang bawaannya alat-alat sekolah, bukan yang lain," terangnya.

Polisi sendiri menurut Kapolres sering kali mengamankan pelajar yang kedapatan membawa alat-alat tawuran dan senjata tajam. Hal ini tentu saja menjadikan keprihatinan mendalam bagi instansi penegak hukum tersebut.

"Lha anak-anak SMA tapi bawaannya senjata tajam, kerap kali kami temukan di lapangan dan harapannya ada perhatian bersama dimulai dari rumah dan sekolah. Kita tidak ingin tentunya anak-anak berbuat kriminal," imbuhnya.

Dalam seminggu terakhir dua kejadian pembacokan terjadi di wilayah Sleman yakni di wilayah Gamping dan Jalan Godean. Dua korban terpaksa mendapatkan perawatan lantaran terkena senjata tajam di mana pelakunya masih dalam pengejaran hingga saat ini. (Fxh)