DIY Editor : Ary B Prass Selasa, 08 November 2016 / 18:16 WIB

KADERISASI NASIONAL PEMUDA NASIONALIS

Bangkit dan Berjuang Bersama Keluarga Besar Marhaenis

KALASAN (KRjogja.com)- Momentum sumpah pemuda setiap tahun digelorakan oleh seluruh elemen masyarakat Indonesia setiap 28 Oktober. Momentum tersebut bisa menjadi sarana untuk menguatkan kembali spirit yang dulu diperjuangkan dalam sumpah pemuda yaitu nasionalisme, persatuan dan kesatuan. Spirit itu lah yang kemudian memberikan dorongan kepada Keluarga Besar Marhaenis (KBM) untuk melaksanakan Kaderisasi Nasional Pemuda Nasionalis dengan mengusung tema “Quo Vadis Pemuda Indonesia: Jalan Terjal Satu Abad Kemerdekaan Indonesia”.

Acara yang dilaksanakan mulai tanggal 28 – 30 Oktober 2016 di Balai Pemerintahan Masyarakat Desa, Kalasan, Yogyakarta dihadiri oleh 200 peserta. Peserta yang datang tidak hanya dari Yogyakarta, tetapi dari luar daerah juga turut hadir dalam acara seperti dari daerah Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan daerah lain di luar pulau Jawa. Mereka yang datang sebagai peserta terdiri dari berbagai latar belakang, mulai dari pelajar, mahasiswa, pemuda, petani yang semuanya berusia di bawah 35 tahun.

Pembicara yang hadir dalam acara Kaderisasi Nasional Pemuda Nasionalis juga berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari pejabat pemerintah, anggota legislatif, akademisi, tokoh lokal Yogyakarta dan sebagainya. Pembicara yang hadir diantaranya Tjahjo Kumolo selaku Menteri Dalam Negeri, Ganjar Pranowo selaku Gubernur Jawa Tengah, Eva Kusuma Sundari selaku anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia, Revrisond Baswier, Toyo Dipo selaku mantan bupati Kulon Progo, dan sebagainya.

Dalam menyampaikan materinya Tjahjo Kumolo menekankan peran penting dari generasi muda untuk terlibat secara aktif membangun Indonesia. Ia juga menjelaskan mengenai bonus demografi yang dimiliki Indonesia, harus bisa dimanfaatkan betul oleh seluruh masyarakat Indonesia, khususnya pemuda. Pemuda menurutnya akan menentukan suatu bangsa dalam menghadapi tantangan zaman kedepannya.

Semangat yang dibangun dalam acara Kaderisasi Nasional Pemuda Nasionalis yang diselenggarakan Keluarga Besar Marhaneis dengan berkolaborasi dengan Komisariat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Universitas Negeri Yogyakarta, dan Gerakan Siswa Nasional Indonesia (GSNI) Yogyakarta adalah keseriusan untuk membina generasi muda dalam rangka menyongsong satu abad kemerdekaan Indonesia. Pada akhirnya pemuda adalah harapan bangsa yang akan menjadi pemimpin bangsa di masa depan. Seperti apa yang di kehendaki Bung Karno, “Berikan aku sepuluh pemuda maka akan ku goncang dunia”.(*)