Peristiwa Editor : Ivan Aditya Rabu, 19 Oktober 2016 / 18:15 WIB

Polisi Edarkan Upal Mengaku Dapat dari Temanggung

SLEMAN (KRjogja.com) - Myd anggota Ditsabhara Polda DIY yang ditangkap saat kedapatan mengedarkan uang palsu di kawasan Saptosari Gunungkidul, Selasa (18/10/2016) mengaku mendapatkan uang palsu tersebut dari wilayah Temanggung. Tak main-main, Polisi ini menyimpan uang palsu dengan jumlah cukup banyak yakni 71.600.000.

Kasat Reskrim Polres Gunungkidul, AKP Mustijat Priambodo saat ditemui di Mapolda DIY Rabu (19/10/2016) mengatakan tersangka mengaku mendapatkan uang palsu tersebut dari Temanggung Jawa Tengah. Menurut Mustijat, tersangka yang juga memiliki usaha di bidang kayu mendapatkan uang-uang tersebut dari pembeli kayunya.

"Dia mengaku mendapatkan uang dari pembeli kayunya, jadi dia menjual kayu dibayar dengan uang palsu. Tapi kami tak begitu saja percaya dan masih akan melakukan pendalaman," tegasnya.

Baca juga : Polres Gunungkidul Sita Upal Puluhan Juta

Dari tersangka Myd, polisi berhasil menyita uang palsu pecahan nominal Rp 100.000 yakni 17.000.000 di dalam mobil serta Rp 49.000.000 di rumah. "Awalnya tersangka mengaku tak tahu kalau itu uang palsu, tapi modusnya kemudian digunakan untuk membeli makanan dan minuman di toko kelontong untuk mendapatkan kembalian uang asli," imbuhnya.

Penangkapan tersangka sendiri dilakukan setelah adanya pemilik toko kelontong di Panggang Gunungkidul yang mengetahui uang yang digunakan membayar di tokonya adalah uang palsu. Pemilik toko kemudian mengejar tersangka yang mengarah ke Saptosari sembari berkoordinasi dengan Polsek setempat.

"Akhirnya tersangka kita ringkus saat bertransaksi di sebuah toko di Saptosari. Ternyata ada uang palsu yang kita temukan dalam mobil hingga akhirnya kita lakukan penangkapan," ungkapnya lagi. (Fxh)