Jateng Editor : Danar Widiyanto Kamis, 13 Oktober 2016 / 00:31 WIB

IDAP GANGGUAN JIWA

Mulyono Puluhan Tahun Hidup Sendirian di Dapur Reyot

PURWOREJO (KRjogja.com) - Mulyono (53) terpaksa tinggal sendirian di bangunan bekas dapur yang sudah reyot di RT 01 RW 03 Dusun Tlogo Desa Tlogokotes Kecamatan Bagelen Kabupaten Purworejo. Keluarga mengasingkannya selama puluhan tahun karena Mulyono mengidap gangguan jiwa.

Keluarga memang tidak mengasingkannya jauh dari permukiman. Mereka mendirikan bangunan itu di belakang rumah induk.

Keluarga mengambil inisiatif tersebut karena Mulyono kerap mengamuk. "Dulu Mulyono sering mengamuk, akhirnya dikurung, bahkan pernah dipasung," ucap Paini, kakak perempuan Mulyono, kepada KRjogja.com, Rabu (12/10).

Paini menceritakan, Mulyono muda merupakan anak yang pandai. Setelah lulus sekolah, ia merantau di Blitar Jawa Timur. Namun sepulang merantau, Mulyanto mengalami gangguan jiwa. "Mulai ngomong tidak jelas, akhirnya sering mengamuk," ujarnya.

Keluarga membawa Mulyono berobat secara medis maupun alternatif. Namun berbagai usaha tidak berhasil menyembuhkannya. Keluarga pun putus asa karena usaha yang dilakoni juga telah menghabiskan uang banyak.

Puluhan tahun dikurung, Mulyono sudah tidak bisa apa-apa selain tiduran di dipan kayu. Paini tetap merawat adik kandungnya dengan tulus. "Hanya saya yang bisa merawat Mulyono," katanya.

Merawat Mulyono, kata Paini, bukan perkara mudah. Menurutnya, bukan soal sikap adiknya, namun keterbatasan ekonomi.

Paini adalah janda yang tidak memiliki pekerjaan. "Paling dapat uang dari menjual kelapa dan talas. Untuk makan kadang mengandalkan pemberian tetangga," ungkapnya.

Paini sudah tidak memiliki asa lagi untuk menyembuhkan Mulyono. Selain bingung hendak berobat kemana, ia juga tidak memiliki uang. "Saya hanya bisa sabar dan berdoa, semoga Tuhan bisa memberikan kesembuhan untuk Mulyono," tandasnya. (Jas)