Wisata Editor : Ivan Aditya Selasa, 11 Oktober 2016 / 10:29 WIB

Indahnya Goa Lowo Trenggalek

TRENGGALEK (KRjogja.com) - Terletak di Desa Watuagung Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek dengan perkiraan 30 Km dari pusat kota Trenggalek, terdapat sebuah destinasi wisata yang luar biasa. Tidak lain yakni Goa Lowo yang begitu indah dengan stalagtit dan stalagnit mengagumkan.

Sejumlah batu-batuan karst di dalam gua juga membentuk beragam motif. Proses ini tentu butuh ratusan atau bahkan ribuan tahun. Namun begitu, kondisinya tetap terjaga dan masih asri untuk dikunjungi.

"Panjangnya sekitar 2 Km. Tapi baru 1 Km yang sudah disusuri dan dibangun. Terdapat 9 ruang utama dalam Goa Lowo," tutur pemandu wisata Goa Lowo, Kasidi kepada KRjogja.com belum lama ini.

Menurut Kasidi, untuk menikmati keindahan Goa Lowo pemerintah setempat telah membangun jalur jembatan yang dilengkapi penerangan beraneka warna. Selain itu, gua yang pernah diteliti akhli gua Perancis Mr Gilbert Mantovani dan Mr Kingston Kho pada 1985 menyatakan Goa Lowo merupakan gua terbesar, terpanjang dan terindah di Asia.

"Kawasan sekitar gua ini dulunya hutan. Tapi sejak ditemukan penduduk setempat bernama Loworejo. Setelah itu secara bertahap kawasan Goa Lowo dibangun hingga saat ini. Saya masih mengalami sekitar tahun 2000an untuk masuk harus pakai lampu petromak. Tapi sekarang kondisinya sudah lebih baik," tutur Kasidi.

Ditambahkan Kasidi, Goa Lowo berdasar penelitian juga sudah dinyatakan layak untuk dikunjungi karena kadar oksigen di dalam ruangan sudah memenuhi standar. Sementara kadar zat asam arang yang ada di dalam gua tidak ditemukan dalam batas membahayakan.

Kelebihan Goa Lowo ini juga selalu basah meski di tengah musim kemarau panjang. Sungai yang mengalir di dalam gua ini juga memiliki debit air yang cukup besar sehingga alirannya terhitung besar.

Makin jauh menyusuri Goa Lowo, keindahannya makin tampak. Di bagian tengah, ribuan kekelawar masih bertengger. Jumlahnya tidak tampak berkurang meski makin banyak orang yang mengunjungi gua ini.

Selain itu, pada ujung gua yang sudah berhasil disusuri sekitar 1 Km, terdapat lubang di bagian atas yang langsung terhubung dengan dunia luar. Malahan saat pagi hingga siang hari pantulan sinar matahari bisa masuk ke dalam gua. (R-7)