Jateng Editor : Tomi sudjatmiko Minggu, 26 Juni 2016 / 16:23 WIB

Pintu Demangan Digeser ke Hilir

SOLO (KRjogja.com) - Pemerintah Kota (Pemkot) Solo berniat menggeser pintu air Demangan ke arah hilir atau sekitar 50 meter dari posisi sekarang agar mampu menangkap air dari seluruh anak sungai di dalam kota sebelum memasuki aliran Bengawan Solo.  Selain itu, beberapa aliran sungai, juga perlu dilengkapi pintu air, agar saat Bengawan Solo meluap tak menggenangi sejumlah kawasan di kota.

Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo, Minggu (26/06/2016) menjelaskan ujing aliran Kali Jenas selama ini berada pada posisi di bawah pintu air Demangan. Akibatnya, ketika Bengawan Solo meluap, Kali Jenes ikut meluap pula. Sebab, air dari hulu tidak dapat masuk ke Bengawan Solo, bahkan sebaliknya air dari sungai terpanjang di pulau Jawa ini naik ke hulu dan meluber memasuki kota. "Kalau pintu air digeser ke hilir sekitar 50 meter saja dari posisi sekarang, ujung Kali Jenes akan berada di dalam tangkapan pintu air, sebagaimana aliran Kali Pepe," ungkapnya.

Menurut Walikota ketika Bengawan Solo meluap, pintu air langsung ditutup untuk menghindari back water. Kemudian limpahan air di dalam kota dibuang ke Bengawan Solo melalui pompa. "Sejauh ini masih dilakukan koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Bengawan Solo (BBWBS) membahas kemungkinan pemindahan pintu air Demangan serta pembangunan fasilitas serupa di anak sungai lain," jelasnya. (Hut)