Jateng Editor : Ivan Aditya Jumat, 12 Juli 2019 / 19:19 WIB

Motor Curian Dijual dengan Cara ‘CoD’

MAGELANG, KRJOGJA.com - Sistem Cash on Delivery (CoD) lewat media sosial dilakukan pelaku aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di wilayah Magelang untuk memasarkan barang hasil curiannya. Tidak menunggu lama, dalam waktu hanya 1 hari barang yang ditawarkan langsung laku.

Inilah yang dilakukan pelaku aksi curanmor di wilayah Kabupaten Magelang yang terdiri dari R (25) warga Kecamatan Borobudur, RAS (24) warga Kecamatan Tempuran dan EA (17) warga Kota Magelang. Kepada Kapolres Magelang AKBP Yudianto Adhi Nugroho SIK, Jumat (12/07/2019) siang, R mengatakan penjualan dengan sistem ini dinilai lebih aman dan lebih sedikit resikonya. “R juga sengaja memilih daerah luar Magelang untuk CoD tersebut,” jelasnya.

Tiga orang pelaku curanmor ini dibekuk tim Resmob Polres Magelang pimpinan Kasat Reskrim Polres Magelang AKP Bayu Puji Hariyanto SH SIK MH di daerah Borobudur Magelang. Kepada petugas Polres Magelang, mereka mengaku telah melakukan aksinya beberapa kali, termasuk aksi pencurian sepeda onthel.

Kapolres mengatakan beberapa waktu lalu ada warga Tempuran Magelang yang kehilang sepeda motor Yamaha Mio merah miliknya yang diparkir di serambi depan rumahnya. Tim Resmob Polres Magelang kemudian melakukan aksi penyelidikan. Lewat proses penyelidikan dan pencarian selama beberapa hari, tim Resmob Polres Magelang berhasil menangkap ketiga pelaku di wilayah Kecamatan Borobudur.

Mereka mengatakan kalau aksinya sudah dilakukan sejak Bulan Januari 2019 lalu, di wilayah Kecamatan Kajoran, di wilayah Kecamatan Sawangan, di wilayah Kecamatan Kalibawang Kulon Progo, di dekat SMP 2 Kecamatan Bandongan. Juga pencurian sepeda onthel di wilayah Kecamatan  Borobudur, di wilayah Kecamatan Borobudur, pencurian sepeda onthel di wilayah Kecamatan Tempuran, pencurian sepeda onthel di wilayah Kecamatan Salaman, dan di wilayah Kecamatan Mertoyudan.

Untuk satu sepeda motor laku di atas Rp 1 juta, dan dalam waktu 1 hari barang curian tersebut sudah laku terjual. Uang hasil penjualan tidak mereka bagi-bagi, tetapi dimanfaatkan untuk bersenang-senang pergi ke suatu tempat wisata, menyewa mobil untuk pergi ke tempat lain, dan ada juga yang dipergunakan untuk menyewa sepeda motor sebagai sarana aksi mereka. (Tha)