Gaya Hidup Editor : Tomi sudjatmiko Jumat, 12 Juli 2019 / 18:41 WIB

CCC RSCM-FKUI Gelar Program Berbagi Senyum Untuk Generasi Penerus Bangsa

JAKARTA.KRJOGJA.com - Bibir dan lelangit sumbing termasuk kelainan kraniofasial yang penyebabnya multifaktor. Kelainan ini terjadi akibat kegagalan pembentukan bibir dan lelangit pada minggu ke-4 hingga 6 masa kehamilan, yang berakibat terdapat celah pada bibir dan lelangit sang bayi.

Keberadaan anak dengan bibir dan lelangit sumbing merupakan salah satu beban masalah kesehatan yang kadang terbaikan. Inilah yang mendasari didirikannya Cleft and Croniofacial Center (CCC) RSCM-FKUI dan peringatan Bulan Juli sebagai bulan kepedulian bibir dan lelangit sumbing.

Kepala Unit Pelayanan Khusus CCC RSCM-FKUI, dr. Kristaninta Bangun, SpBP-RE (KKF) mengatakan, pada Juli ini pihaknya mengadakan berbagai kegiatan dalam rangka peringatan bulan kepedulian bibir dan lelangit sumbing. Diantaranya menggelar Cleft and Craniofacial Awareness and Prevention Month bertajuk "Berbagi Senyum Untuk Generasi Penerus Bangsa".

"Kegiatan ini meliputi peluncuran booklet perawatan pascaoperasi bibir dan lelangit sumbing, leaflet pentingnya menjaga kesehatan rongga mulut, peluncuran program pengampuan cleft and craniofacial center di daerah, sosialisasi car free day dan seminar comprehensive cleft care untuk dokter umum," jelas Kristaninta Bangun di Jakarta, Jumat (12/07/2019).

Lebih lanjut Kristaninta mengatakan, CCC RSCM-FKUI merupakan pusat pelayanan multidisiplin untuk penatalaksanaan bibir dan lelangit sumbing serta kelainan kraniofacial lainnya. "Unit ini berada di bawah Divisi Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik, Departemen Medik Ilmu Bedah RSCM dan FKUI yang menyediakan berbagai layanan," ujarnya.

Tidak hanya pembedahan, CCC juga melayani terapi lainnya seperti terapi wicara, makan dan gigi oleh tenaga medis yang terlatih di bidangnya masing-masing. "CCC RSCM-FKUI menawarkan pelayanan terpadu untuk penderita bibir dan lelangit sumbing, yang neliputi pelayanan sejak dini, sesuai tahap pertumbuhan dan perkembangan, multi dan interdisiplin serta berkesinambungan," tambah Kristaninta Bangun.

Pada kesempatan tersebut Kristaninta mengaku sangat antusias dapat kembali menggelar Bulan Kepedulian dan Kewaspadaan Bibir dan Lelangit Sumbing pada 2019 ini. "Sebagai klinik terpadu yang menangani para pasien bibir dan lelangit sumbing, kami tentunya ingin turut ambil bagian dan berkontribusi nyata dalam peringatan Bulan Kepedulian dan Kewaspadaan Bibir dan Lelangit Sumbing," ujarnya.

Direktur Utama RSCM, dr Lies Dina Liastuti, SpJP, MARS mengatakan, pelayanan terpadu di CCC RSCM-FKUI menjadi solusi bagi para orang tua yang memiliki anak dengan bibir dan lelangit sumbing. "Kasus bibir dan lelangit sumbing pada anak yang cukup tinggi dan kompleks inilah yang mendasari RSCM melahirkan fasilitas unggulannya yang dikhususkan bagi penderita kelainan bibir dan lelangit sumbing dan kelainan kraniofasial lainnya," katanya. (Imd).