Peristiwa Editor : Agus Sigit Jumat, 12 Juli 2019 / 16:47 WIB

FABA Dapat Dimanfaatkan Sebagai Produk Industri

JAKARTA, KRJOGJA.com - Kepala Pusat Industri Hijau Kementerian Perindustrian Teddy Caster Sianturi mengatakan, fly ash dan bottom ash (FABA) sebagai limbah padat yang dihasilkan dari pembakaran batubara pada pembangkit tenaga listrik masih dapat dimanfaatkan menjadi substitusi bahan baku, sebagai substitusi sumber energi ataupun bahan baku sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Dalam perkembangannya FABA dapat diolah menjadi produk lain yang bermanfaat seperti genteng atau produk lain yaitu paving block. Masalahnya, prosedur yang ditetapkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) terlalu rigid, karena didasarkan kepada Peraturan Pemerintah (PP) No. 101 tahun 2014 yang memasukkan FABA sebagai limbah B3, dan dilakukan dalam rangka pengendalian dampak lingkungan hidup,” jelas Teddy di Jakarta, Jumat (12/7/2019).

Lebih jauh dalam pernyataannya ia menyebutkan, pemerintah sudah beberapa kali menggulirkan sejumlah paket penyederhanaan peraturan dalam bentuk paket kebijakan ekonomi. Namun, khusus untuk FABA masih tetap dikategorikan sebagai limbah B3 sehingga prosedur yang harus dilalui dirasa sangat sulit oleh pengusaha yang bergerak dalam industri tersebut.

Mengapa batubara dijadikan alternatif sumber energi? Menurut Teddy, terjadi transformasi kebutuhan energi dari tahun-tahun sebelumnya yang hanya mengandalkan pada minyak dan gas bumi yang terbukti telah membebani APBN. Karena itu, beralih pada batubara yang cadangannya lebih besar, diperkirakan masih dapat dipergunakan sampai 50 tahun ke depan, dibanding cadangan migas yang hanya akan bertahan sekitar 20 - 30 tahun ke depan.

"Dengan demikian pemanfaatan batubara adalah sebagai local wisdom," tutur Teddy. Sejalan dengan hal itu, sejumlah industri seperti TPT, Petrokimia, semen, dan pupuk, dan berbagai manufaktur lainnya juga mulai mengganti sumber energinya ke batubara. Termasuk juga PT PLN (Persero) banyak membangun PLTU yang energi primernya adalah batubara.

Dengan tingginya penggunaan batubara, ujar Teddy, maka FABA yang tidak termanfaatkan akan menumpuk menjadi berbentuk gunung. Sementara itu banyak pembangunan infrastruktur yang dapat memanfaatkan FABA sebagai bahan dasar atau campuran untuk  pembangunan jalan dan sebagainya. Karena itu, apabila ada arahan nantinya Kementerian Perindustrian akan berinisiatif mengajukan Peraturan Presiden yang dapat mengakomodasi kepentingan pihak industri.

"Diharapkan Menteri Koordinator Perekonomian ataupun Menteri Koordinator Maritim dapat mewadahi menteri-menteri terkait. Dengan demikian tujuan pengendalian polusi udara tetap terjaga, tetapi di sisi lain FABA juga dapat dimanfaatkan menjadi sesuatu yang bermanfaat,” tandas Teddy. (Ful)