Jateng Editor : Agus Sigit Jumat, 12 Juli 2019 / 16:35 WIB

Solo Batik Carnival Angkat Ciri 11 Negara Asia Tenggara

SOLO, KRJOGJA.com - Memasuki tahun ke 12, Solo Batik Carnival mulai mengangkat nama besar negara-negara kawasan Asia Tenggara sebagai sumber inspirasi penciptaan kostum. Bahkan delegasi dari sejumlah negara Asia Tenggara ikut meramaikan dengan mengenakan kostum yang menggambarkan ciri khas masing-masing negara dalam SBC yang akan digelar Sabtu (27/7) di Stadion Sriwedari.

Ketua Yayasan SBC, Susanto, menjawab wartawan, di sela ekspose rancangan SBC, di Balaikota, Jumat (12/7), setidaknya ciri khas 11 negara di Asia Tenggara ditampilkan dalam SBC tahun ini. Sebelas negara tersebut, masing-masing Indonesia (Wonderful Indonesia), Filipina (Kay Ganda Philippines), Malaysia (Truly Asia), Myanmar (Be Anchented, Myyanmar), Brunai Darussalam (The Greean Heart of Borneo), Laos (Simply Beatiful Laos), Vietnam (Times Charm, Vietnam), Kamboja (Kingdom of Wonder Kambiodia), Timor Leste (Being Fists Has Its Rewards), Thailand (Amazing Thailand), dan Singapura (Passion Made Passible).

Kendati sumber inspirasi dari keunikan negara-negara Asia Tenggara, tambahnya, batik tradisional Solo tetap menjadi elemen utama dalam rancangan busana. Ciri khas negara di Asia Tenggara, seperti gedung Petronas Malaysia, Angkor Wat Kamboja, dan lain-lain, dirancang pada bagian mahkota ataupubnsayap rancangan, sedangkan busana utama tetap menggunakan elemen batik khas Solo.

Selama 12 tahun perjalanan carnaval bertamakan batik ini, tambah Susanto, SBC memang sering dioundang negara-negara di Asia Tenggara terlibat dalam even serupa di negara masing-masing. "Ini sebagai bentuk apresiasi negara sahabat terhadap SBC, dan hal ini pula menginspirasikan aktivis SBC mengkolaborasiokan buidaya batik Solo dengan sejumlah negara Asia Tenggara dalam rancangan busana karnaval," jelasnya.

Di sisi lain, Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo, menambahkan, memasuki usaia 12 tahun, memang saat SBC keluar kandang dengan mengangkat tema bernuansa manca negara. Selama ini, tema yang diusung selalu bernafaskan lokal genius batik Solo, dan itu cukup menarik. Kendati begitu pria bersapaan akrab Rudy ini meminta, batik Solo tetap menjadi elemen utama dalam rancangan busana SBC.

Setidaknya, pilihan tema negara Asia Tenggara ini bisa dijadikan momentum memperkenalkan Solo kepada dunia. Kalau saja banyak wisataan manca negara selama ini mencitrakan Indonesia sebagai Bali, ke depan Indonesia itu bukan hanya Bali, tetapi juga Solo. (Hut)