Jateng Editor : Agus Sigit Jumat, 12 Juli 2019 / 15:45 WIB

Abrasi Mengancam Pesisir Rembang

Abrasi (Pengikisan Air Laut Ke Daratan) di wilayah Pantai Utara (Pantura) khususnya di Kabupaten Rembang menjadi persoalan serius puluhan desa yang berada di bibir pantai yang melingkupi dua wilayah kecamatan, masing-masing kecamatan Kragan dan Kecamatan Sarang sudah puluhan tahun dihantui perasaan was-was.

Pada musim “Daratan” seperti sekarang ini (bertiupnya angin dari arah Barat laut), maka terjangan ombak cukup keras dibandingkan bulan-bulan lainnya. Dua hari lalu beberapa Desa seperti Desa Tegalmulyo, Desa Karangharjo dan Desa Karang Lincak di Kecamatan Kragan, serta Desa Karangmangu dan Desa Kalipang di Kecamatan Sarang menjadi sasaran “Amuk Abrasi” karena sifatnya “Emergency” maka pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang turun dilokasi memberikan bantuan karung yang diisi pasir guna dipasang di bibir pantai.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang Purwadi Syamsi didampingi Kepala Seksi Kedaruratan Pamujo Kepada KR di Ruang kerjanya, Jum’at 12 Juli 2019 membenarkan perihal bencana tersebut bahkan kata Purwadi pihaknya sudah memberikan sosialisasi kepada para kepala Desa pantura yang wilayahnya rawan terhadap abrasi.

Di wilayah Rembang Timur, menurut Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Ir. Suparman, Pantai Rembang Timur gelombang yang datang cukup keras, sementara diwilayah terhalang oleh gugusan karang, sehingga ombak cukup landai. Akibat bencana abrasi yang sudah berlangsung cukup lama, banyak bangunan sekolah, tempat ibadah, dan fasilitas umum lainnya hancur dan dipindah di selatan jalan Daendeles.

Bupati Rembang Abdul Hafid mengakui adanya bencana abrasi yang dianggapnya Persoalan Serius di pantai Rembang. Wilayah laut 0-12 mil dan bibir pantai menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi. “Bencana ini akan kami laporkan lengkap ke Pemerintah Provinsi Jawa Tengah supaya mendapat perhatian serius”kata Bupati”. (Agus Sutomo)