DIY Editor : Agus Sigit Jumat, 12 Juli 2019 / 15:32 WIB

Para Bonek 'Menggelandang' Di Trotoar KR Sejak Kemarin

YOGYA, KRJOGJA.com - Belasan orang beratribut suporter Persebaya atau biasa disebut bonek diamankan petugas Polresta Yogyakarta di depan Kantor Kedaulatan Rakyat (KR), Jum'at ( 12/07/19) siang. Kabarnya mereka sudah 'menggelandang' ditrotoar KR sejak Kamis (11/07/19) pagi.

Pengakuan salah satu satpam KR, Satriyana, sebelum polisi mengamankan mereka, aktivitas bonek selama dua malam sekedar tidur, mejeng dan makan. Sejak hari Kamis pagi, para bonek terus berdatangan dan bertambah banyak.

"Awalnya sekitar 7 orang. Terus bertambah banyak. Puncaknya semalam," kata Satriana saat kepada krjogja.com.

Meskipun para suporter tidak membuat kegaduhan, namun kehadiran bonek dirasa meresahkan lingkungan sekitar. Terlebih lagi jalanan tersebut menjadi lokasi untuk berlalu lalang masyarakat. Dia juga mengaku meski tidak mengusir suporter bonek, pihak keamanan setempat tetap mengawasi keberadaan mereka.

Sementara itu, menurut Muji Haryanto manager Kantor pos KR, para bonek terlihat sejak Jum'at pagi tadi ketika akan membuka gerbang pos. "Posisi waktu pagi mereka sudah pada tiduran. Kalau secara keberadaan mereka memang tidak rusuh hanya saja mengganggu pemandangan," ucapnya.

Dari informasi yang diperoleh, petugas kepolisian melakukan sweeping kesejumlah lokasi untuk menertibkan suporter bonek masuk ke wilayah Yogyakarta. (Ive)

Petugas Sweeping Belasan Bonek di Jl. Mangkubumi, Serem! Ini yang Ditemukan

YOGYA, KRJOGJA.com - Belasan pemuda beratribut suporter pendukung Persebaya Surabaya disweeping petugas Polresta Yogyakarta disepanjang Jl Margautama (Mangkubumi) Yogyakarta, Jumat (12/7/19). Saat digeledah, mereka kedapatan membawa sanjata tajam (sajam).

Dari informasi yang diperoleh, sepanjang siang hari ini petugas kepolisian menyisir sejumlah lokasi untuk menertibkan para suporter yang biasa di sebut bonek ini masuk ke wilayah Yogyakarta. Dari pantauan krjogja.com, belasan suporter ini saat disweeping petugas sedang nongkrong dan tidur-tiduran di selasar kantor Kedaulatan Rakyat.

Sajam yang diamankan petugas berjenis pisau dapur, cutter hingga belati (pisau komando). Selain itu juga diamankan accecories berbahaya seperti gasper besi untuk kepala ikat pinggang, bendera hingga spanduk. Mereka diketahui sempat membuang barang-barang ini saat petugas datang untuk mentertibkan.

"Sebenarnya para suporter ini sudah datang sejak kemarin, mereka hanya nongkrong dan tidur didepan kantor ini. Sebelum digeledah petugas kami juga tidak mengira mereka membawa senjata tajam. Sebelumnya juga tidak ada masalah, bahkan mereka sempat diberi makan para pedagang disekitar sini," ujar Satpam KR, Satriyana.

Saat ini para oknum suporter ini dibawa ke polresta Yogyakarta untuk dimintai keterangan terkait kepemilikan senjata tajam. Para suporter ini diketahui akan mendukung tim kesayangannya berlaga melawan tuan rumah PSS Sleman, Sabtu (13/7/19) esok. (Ive)

'Ngisruh' di Rumah Makan, Puluhan Bonek Diamankan Polisi

Sementara jajaran Kepolisian Polsek Sluke, Rembang Jawa Tengah mengamankan puluhan pemuda bondo nekat (Bonek), karena  membuat keribuatan  di salah satu rumah makan jalur Pantura Desa Manggar, Kecamatan Sluke, Kamis (11/7/2019). Diduga para Bonek tersebut, dengan menumpang truk secara berantai dari Surabaya untuk menuju ke Sleman, DIY, guna menyaksikan laga tim kesayangannya, Sabtu mendatang.

Pendukung tim sepakbola asal Jawa Timur, menumpang truk dan singgah di rumah makan. Sebagian dari mereka sempat makan namun tidak mau membayar, hingga memicu keributan. Bahkan ada yang menganiaya seorang warga Desa Manggar Kecamatan Sluke. Korban Darji (38) menderita luka-luka di bagian kepala dan tangan.

Petugas bergerak mengamankan suporter. Sedikitnya 30 orang digiring ke Mapolsek Sluke. Namun banyak pula yang sempat kabur ke arah Lasem.   

Kapolsek Sluke, Iptu Sunandar melalui Kanit Reskrim Polsek Sluke, Aiptu Yudi Supriyanto  mengatakan, pihaknya sempat mengejar sampai wilayah Lasem namun gagal.

“Jumlah mereka ratusan orang. Namun yang bisa diamankan 30 orang,“ ujar Aiptu Yudi Supriyanto.

Sejumlah warga Desa Manggar berbondong-bondong mendatangi Mapolsek Sluke. Mereka tidak terima  tetangganya dianiaya oknum suporter. Anggota Polsek Sluke berusaha menenangkan massa agar tidak bertindak main hakim sendiri.

Para suporter diminta membuka kaos. Lalu dilakukan pendataan identitas. Dari penggledahan, tidak ditemukan senjata tajam. (Cuk/Ags)