Jateng Editor : Danar Widiyanto Jumat, 12 Juli 2019 / 17:41 WIB

Merugikan, Penataan Pedagang Pasar Muntilan Molor

MAGELANG, KRJOGJA.com - Meski pembangunan Pasar Muntilan sudah selesai, namun hingga sekarang ini belum ada kepastian kapan para pedagang akan boyongan. Akibatnya, jelas sangat merugikan para pedagang dan masyarakat yang selama ini berjualan di tempat penampungan (darurat) maupun lainnya. Terkait hal ini, Forum Masyarakat (Formas) Magelang menilai, molornya penempatan kembali para pedagang itu akibat ketidaksiapan pihak dinas terkait. 

"Dari pengamatan kami, selama dua tahun lebih berada di pasar sementara, sebagian pedagang telah kehilangan omzet hingga 50 persen. Malah tidak sedikit yang bangkrut sebab kehilangan pelanggan," kata Ichsani, Sekjen Formas, Jumat (12/07/2019). 

Menurutnya, bukan kebijakan yang arif jika pemindahan pedagang dari pasar darurat ke pasar baru, molor terus tanpa ada kejelasan. Bahkan berpotensi menimbulkan preseden buruk di tengah masyarakat.Terkait teknis pemindahan para pedagang, pihaknya menyarankan agar dilaksanakan sesuai aturan. Baik dalam hal penempatan maupun penentuan harga kios, los, serta lesehan. 

"Dalam pandangan kami, dalam proses penataan pedagang sangat rawan terjadi pungli. Karena mayoritas pedagang pasti berkeinginan untuk dapat ditempatkan di lokasi yang strategis. Usahakan juga, agar keramaian tidak di lantai satu saja, namun juga di lantai dua dan tiga," jelasnya. 

Atas dasar itu, Formas berencana untuk membuka Posko Pengaduan bagi para pedagang. Sekaligus memantau langsung di lokasi dalam pelaksanaan penempatan kembali para pedagang nanti. Diyakini, jika pasar baru Muntilan ke depan dapat menjadi pasar tradisonal terbesar di Jawa Tengah, bahkan tingkat nasional. Pasalnya, posisinya berada di jalur utama Magelang - Yogyakarta sehingga mudah diakses oleh masyarakat. 

"Dengan demikian, hendaknya dikelola dengan manajemen profesional supaya mampu menciptakan suasana bersih dan nyaman, sehingga mampu memberikan dampak positif yakni mengangkat derajad kesejahteraan masyarakat sekitarnya," pintanya. 

Selain itu, lanjut Ichsani, pengelolaan Pasar Muntilan harus memberdayakan warga di sekitarnya. Misal, memberikan dispensasi untuk mendapatkan kios/los dengan harga khusus. Atau dalam hal pengelolaan toilet dan area parkir. “Ini penting, agar masyarakat sekitar juga merasa memiliki,” pungkasnya. (Bag)