Jateng Editor : Tomi sudjatmiko Jumat, 12 Juli 2019 / 16:12 WIB

Magelang Didorong jadi Motor Pariwisata 'Joglosemar'

MAGELANG, KRJOGJA.com -  Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Magelang Iwan Sutiarso mengatakan pengembangan wisata berbasis masyarakat ini  dengan cara memanfaatkan semua milik masyarakat, seperti pengembangan, homestay, pengembangan sawah, kebun, ternak dan kerajinan. 

Iwan menjelaskan saat ini di Magelang ada  51 desa wisata dan 210  daya tarik wisata dan ratusan homestay yang siap mampung wisatawan yang berkunjung ke Magelang. Karena itu, pantas jika Magelang menjadi mesin penggerak pariwisata di destinasi branding Joglosemar (Jogya, Solo, dan Semarang) . 

"Tahun lalu jumlah kunjungan wisatawan ke Kabupaten Magelang mencapai 6,36 juta terdiri atas 5,9 juta wisnus dan 350.000 wisman yang sekitar 80 persen di antaranya mengunjungi Candi Borobudur. Pada 2019 target kunjungan wisatawan ke Magelang sebesar 7 juta terdiri atas 6,5 juta wisnus dan 500.000 wisman yang sebagian besar mengunjungi Candi Borobudur serta destinasi wisata di sekitar Kabupaten Magelang," ungkapnya.

Dipaparkan, posisi Magelang yang berada di episentrum atau pusat destinasi Joglosemar sangat diuntungkan karena dikunjungi wisatawan  dari tiga arah; Semarang, Jogja, dan Solo dengan 4 bandara, yakni Ahmad Yani, Adi Sumarno, Adi Sucipto dan The New Yogyakarta. "Pariwisata Magelang didukung unsur 3A (atraksi, amenitas, dan aksesibilitas) yang memadai sehingga menjadi destinasi andalan di Joglosemar,” katanya.

Sementara itu Manager MesaStila Laila Purnamasari mengatakan, Magelang juga memiliki atraksi budaya, alam, dan buatan yang dikemas dalam wisata petualangan dan sport tourism.  Dua atraksi sport tourism yakni Borobudur Marathon dan MesaStila Peak Challange yang setiap tahun mendatangkan banyak wisman. Borobudur Marathon bahkan telah masuk Top-10 dalam 100 Calender of Event (COE), sedangkan MesaStalia Peak Challenge memasuki tahun ke-9 yang tahun ini bernama MesaStila100.

“Penyelenggaraan MesaStila 100 tahun ini akan berlangsung pada 4-6 Oktober 2019. Pada penyelenggaraan tahun lalu diikuti 406 peserta, 107 di antaranya dari mancanegara atau mewakili 25 negara,” katanya. (Lmg)