Peristiwa Editor : Agus Sigit Jumat, 12 Juli 2019 / 13:32 WIB

Mbah Narto, Ke Tanah Suci dari Hasil Jualan 'Amben'

MADINAH, KRJOGJA.com - Usianya memang sudah tidak muda lagi yakni 77 tahun. Meski kadang agak bingung, ingatannya cukup tajam menerobos masa lalunya yang cukup berat.

"Waktu muda serba sulit. Waktu usia 65 tahun saja masih jualan amben (tempat tidur dari bambu-red) sampai Klaten, Sukoharjo yang jalannya naik turun. Tapi Allah SWT memberi kekuatan," ucap Mbah Narto lirih kepada Kedaulatan Rakyat dan tim Media Center Haji (MCH) 2019 di salah satu hotel di Madinah, Kamis (11/7).

Waktu bertemu MCH 2019, Mbah Narto bingung. Ia ingin ibadah di Nabawi. Tapi ia ditinggal rombongan sehingga hanya seorang diri.

"Saya tidur tidak dibangunin. Padahal pengin ke Nabawi. Orangtua kok ditinggal," sebutnya yang lantas dikondisikan tim MCH agar Mbah Narto tetap berada di hotel.

Dikisahkan warga Nogosari Sembungan Boyolali. Jawa Tengah tersebut, ia berangkat bersama beberapa orang di kampungnya dan tidak didampingi keluarga. Malahan, orang yang dititipi Mbah Narto juga mendampingi ibunya yang sedang sakit.

"Sudah tidak kerja. Tidak boleh sama anak-anak. Kondisi badan tidak memungkinkan. Kalau di rumah ya bersih-bersih saja," ucapnya dengan bahasa Jawa halus.

Mbah Narto sendiri sudah mendaftar sejak 2012. Biaya yang diperoleh merupakan hasil jerih payahnya selama ini. Ia bersyukur Allah SWT memberinya kekuatan untuk dapat mengerjakan ibadah haji di tahun ini.

"Alhamdulillah Allah SWT memberi kekuatan bisa nabung untuk biaya haji. Kadang kalau kemalaman jualannya terus tidak laku ya tidur di masjid. Habis itu ada yang bilang ke keluarga kalau saya tidur di masjid dan belum makan. Keluarga ada yang datang kirim makanan," imbuhnya pria sepuh yang tergabung di Kloter 13 Embarkasi Solo (SOC) ini.

Mbah Narto sendiri memiliki 8 anak. Dua diantaranya sudah meninggal dengan 16 cucu. Ia ingin jika sudah pulang minta dijemput di embarkasi atau di Boyolali.

"Doa saya sama tiap habis salat. Dimaafkan segala kesalahan. Anak cucu diberikan iman salat sampai kiamat. Untuk orangtua saya bisa diberi ampunan. Selalu mengikuti jalan Nabi," urai Mbah Narto sembari menahan isak tangis. (Feb)