DIY Editor : Danar Widiyanto Jumat, 12 Juli 2019 / 00:30 WIB

Kemampuan Bersosialisasi Dibutuhkan, Transmigran Juga Harus Kompeten

SLEMAN, KRJOGJA.com - Masyarakat yang berminat mengikuti program transmigrasi, membutuhkan kemampuan bersosialisasi dengan masyarakat. Kemampuan ini dibutuhkan agar program transmigrasi bisa diterima oleh masyarakat di lokasi tujuan.

Demikian disampaikan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan dan Informasi (Balilatfo) Kementerian Desa Pembangaunan Desa Tertinggal (PDT) dan Transmigrasi, Ir Eko Sri Haryanto MM di sela penutupan Pelatihan Berbasis Komptensi (PKB) Calon Transmigran angkatan IV dan V di Balai Besar Latihan Masyarakat (BBLM), Kamis (11/7/2019). Pelatihan diikuti 68 calon transmigran dari berbagai kabupaten/kota di DIY, Jateng dan Jawa Timur.

Menurut Eko, sesuai perjalanan waktu, calon transmigran tidak hanya dituntut memiliki kemampuan dalam bertani, mengelola keuangan dalam hasil taninya, tetapi juga memiliki kemampuan dalam melakukan pendekatan dengan masyarakat di lokasi dekat transmigran. Seperti bersikap baik dengan warga, mampu bergaul dengan baik dan berbagi. Harapannya, kedatangan mereka bisa diterima dengan baik, bahkan dapat memberikan manfaat bagi warga sekitar.

"Telah banyak cerita sukses transmigrasi. Salah satunya, terbangunnya sebuah kota dari berkembangkan lokasi transmigrasi. Salah satu contoh  Sorong Selatan, dimana 80 persen warganya berasal dari transmigran," ujar Eko.

Salah satu tantangan lain dalam pengembangan program transmigrasi, adalah kian berkurangnya penyediaan lahan oleh Pemda yang selama ini menjadi tempat tujuan program. Dengan kondisi ini, membuat kesempatan untuk mengikuti program transmigrasi menjadi berkurang, sementara peminatnya juga banyak. "Dampaknya pengiriman peserta transmigrasi kian selektif," ujar Eko.

Kepala BBLM, Dra Erlin Chaerlinatun mengemukakan, dari 68 peserta pelatihan,sebanyak 40 orang berasal dari Kabupaten Grobogan, Jepara, Klaten, Magelang, Blora, Purbalingga, Tuban, Bojonegoro, Banyuwangi, Madiun, Kota Salatiga, Kota Tegal dan Kota Yogyakarta. Sebagian lagi, 28 orang .berasal dari Kabupaten Pemalang, Banyumas, Semarang, Purbalingga, Pekalongan, Klaten, Bantul, Kota Tegal dan Kota Yogyakart. Lokasi tujuan bagi Calon Transmigran Angkatan IV dan V adalah: Desa  Tanjung Buka, Kec. Tanjung Palas Tengah, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara, Lamandau Kalimantan Tengah dan Mamuju Sulawesi Barat.

Saat tiba di lokasi, para calon transmigran wajib memelihara dan mengembangkan kegiatan usahanya secara berdaya guna dan berhasil guna, mempertahankan dan memelihara pemilikan tanah dan aset produksinya, memelihara hubungan yang serasi dengan masyarakat setempat dan mematuhi ketentuan ketransmigrasian.

Sedangkan yang menjadi hak setiap transmigran antara lain: mendapatkan pendidikan dan pelatihan, perbekalan, palayanan angkutan sampai lokasi, lahan usaha dan lahan tempat tinggal beserta rumah layak huni, sarana produksi (pertanian, peternakan, perikanan dan pengolahan hasil usaha), sanitasi dan air bersih, fasilitas pelayanan permukiman seperti rumah ibadah, pelayanan kesehatan dan sekolah dan lainnya. (Jon)