Pendidikan Editor : Danar Widiyanto Jumat, 12 Juli 2019 / 04:10 WIB

IKAL DIY Jajaki Kerja sama dengan UGM

YOGYA, KRJOGJA.com - Ikatan Keluarga Alumni Ketahanan Nasioal (IKAL) DIY menjajaki kerja sama hilirisasi penelitian bidang agro dengan Universitas Gadjah Mada (UGM), sebagai upaya pengentasan kemiskinan di DIY. Penjajakan kerja sama diawali Focus Group Discussion (FGD) di Gedung Pusat UGM Yogyakarta, Rabu (10/7/2019).

Sociopreneur sekaligus konseptor Koppasindo Nusantara, Dr Drs Paul Soetopo Tjokronegoro MA MPE mengatakan, beberapa program inovasi pertanian yang telah diinisiasi, salah satunya Gunungkidul Agro–Techno Park atau bisnis inkubator yang misi utamanya menciptakan kerja dibidang pertanian berbasis teknologi perdesaan.

Menurut Paul yang pernah menjabat Deputi Gubernur BI ini, inti dari bisnis inkubator adalah konsep triple helix yang menyinergikan kalangan akademisi, bisnis/pengusaha dan pemerintah. "Yang dibutuhkan sekarang kolaboratif dan untung bersama. UGM perlu riset dan pemerintah bukan sekadar regulator, tapi inisiator. Dengan masuknya pengusaha bisa mendanai riset dan produk riset, kemudian memberikan masukan kepada pemerintah sehingga kesenjangan bisa ditekan," tandasnya. 

Ketua IKAL DIY Sugiyanto Harjo Semangun mengatakan, persoalan sistem dan teknologi dapat didentifikasi, namun hal itu tergantung dengan sumber daya manusianya. “Masalah yang sangat serius saat ini adalah SDM kita kurang berdaya saing, khususnya masalah disiplin, karakter dan nasionalisme," ujarnya.

Dekan Fakultas Biologi UGM Budi S Daryono mengungkapkan, pihaknya sudah mengembangkan produk pertanian yang memudahkan petani di Gunungkidul budidaya melon dan Semangka. Produk tersebut sudah masuk ke pasar swalayan bekerja sama dengan perusahaan.

Sedangkan di bidang peternakan, Dekan Fakultas Peternakan UGM Ali Agus mengungkapkan, untuk mengentaskan kemiskinan salah satu caranya dengan pengembangan Sapi Gama, kepanjangan Gagah dan Macho. Selain itu, Fakultas Peternakan juga membuka sekolah gratis untuk masyarakat yang berfokus pada pengembangan peternakan. (Dev)