Pendidikan Editor : Danar Widiyanto Jumat, 12 Juli 2019 / 08:10 WIB

Tantangan Melestarikan Permainan Tradisional

BANTUL, KRJOGJA.com - Program internalisasi nilai tradisi melalui permainan tradisional dan dongeng efektif untuk memperkenalkan kepada generasi muda. Pengenalan nilai tradisi sangat efektif jika dimulai sejak dini kepada generasi muda. Untuk mencapai hal tersebut Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI dan Dinas Kebudayaan Bantul menggelar Internalisasi Nilai Tradisi Melalui Permainan Tradisional dan Cerita Rakyat (Dongeng) diikuti 500 pelajar SMP, SD dan SLB di Bantul. Kegiatan tersebut pusatkan di Lapangan Trirenggo Bantul, Kamis (11/7/2019).

Direktur Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Tradisi Dijen Kebudayaan Kemendikbud RI, Christriyati Ariani mengatakan, media pengenalan lewat sebuah kesenian dan permainan lebih efektif. Misalnya  dalam program ini ada permainan tradisional dan dongeng merupakan sarana efektif memperkenalkan kepada anak."Dalam kegiatan ini ada pengenalan kesenian lewat seni wayang termasuk adanya permainan tradisional. Itu saya kira lebih mudah diingat oleh anak anak. Karena mereka ikut terlibat langsung dalam kegiatan itu," ujarnya. 

Kepala Dinas Kebudayaan Bantul, Nugroho Eko Setyanto, S.Sos, MM mengatakan, program internalisasi nilai tradisi merupakan sebuah objek dalam memajukan kebudayann, Dengan kegiatan itu  sebuah upaya melestarikan tradisi warisan nenek moyang yang punya nilai luhur. Eko mengatakan,  tantangan dalam melestarikan permainan tradisional dihadapkan pada era globalisasi. Karena hampir semua bidang serba memanfaatkan teknologi. “Dengan kegiatan ini harapan kami permainan tradisional tidak ketinggalan,” ujarnya. Sedang dalam pembukaan program itu, dengan membunyikan permainan tradisional berupa permainan othok-othok dari bambu.(Roy)