DIY Editor : Danar Widiyanto Kamis, 11 Juli 2019 / 23:50 WIB

Layanan Ditingkatkan, BPJS Kesehatan Optimalkan Aplikasi SIPP

SLEMAN, KRJOGJA.com - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan mengoptimalkan aplikasi Saluran Informasi Penanganan Pengaduan (SIPP) untuk proses denda layanan dan pendaftaran bayi baru lahir. Hal ini dilakukan dalam rangka meningkatkan kemudahan pelayanan peserta di rumah sakit sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 82 Tahun 2018 Tentang Jaminan Kesehatan.

Untuk alur pelayanan perhitungan denda saat ini, RS mengirimkan permintaan informasi denda melalui aplikasi SIPP dengan mengirimkan berkas kelengkapan denda. Selanjutnya petugas PIPP RS menerima permintaan informasi denda melalui aplikasi SIPP dan melakukan proses perhitungan denda sesuai dengan bispro. Nilai denda akan dikirimkan kepada RS melalui group SIPP dan petugas RRS menccetak nilai denda untuk dibayarkan peserta di kanal pembayaran yang tersedia.

Fungsi dari fitur SIPP yang baru menurut Kepala Bidang Kepesertaan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan Cabang Sleman Zuamah, proses perhitungan dan persetujuan denda layanan langsung menggunakan aplikasi SIPP dapat dilakukan oleh PIC RS. 

"Sedangkan untuk pendaftaran bayi baru lahir, RS melakukan pengajuan entri dari ibu sebagai peserta BPJS Kesehatan. Dengan ketentuan, status BPJS Kesehatan ibu harus aktif saat melahirkan. Baik Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) atau Bukan Pekerja (BP)," katanya, Kamis (11/7/2019).

Ketentuan lain yang harus diperhatikan menurut Zuamah, tannggal lahir bayi harus lebih besar atau sama dengan tanggal 18 Desember 2018. Jika tanggal lahir lebih dari tiga bulan sejak dientri data harus dikonfirmasi ke Dukcapil. Jika tanggal lahir lebih dari 28 hari sejak dilakukan entri data, maka akan dikenakan denda pelayanan. 

Sementara itu saat ini, di Kabupaten Sleman yang sudah mencapai peserta Jaminan Kesehatan Nasional/Kartu Indonesia Sehat (JKN/KIS) mencapai 96,81 persen atau 1.029.951 jiwa. Sedangkan di Kabupaten Kulonprogo, dari 448.113 jumlah penduduk, 96,96 persen atau 434.487 sudah menjadi peserta JKN/KIS.(Awh)