Gaya Hidup Agregasi    Kamis, 11 Juli 2019 / 23:25 WIB

Pendiri Apple Dorong Pengguna Tinggalkan Facebook, Kenapa?

JAKARTA, KRJOGJA.com - Dalam wawancara belum lama ini, salah satu pendiri Apple Steve Wozniak mengimbau para pengguna Facebook untuk meninggalkan platform dan menghapus akunnya.

Hal tersebut diungkapkan olehnya karena khawatir akan masalah keamanan data pribadi pada Facebook. Belum lagi soal kebocoran data yang terjadi tahun lalu. Wozniak juga mengatakan jika dirinya sudah meninggalkan Facebook semenjak tahun lalu.

Meskipun CEO Facebook Mark Zuckerberg telah menekankan fokus perusahaan pada privasi dalam beberapa bulan terakhir, terutama selama konferensi pengembangnya. Pendiri Apple Steve Wozniak tetap tidak yakin bahwa Facebook mampu menjaga kerahasiaan interaksi pribadi.

"Ada banyak jenis orang yang berbeda dan beberapa manfaat Facebook sepadan dengan hilangnya privasi. Tapi bagi banyak orang seperti saya, rekomendasi saya untuk kebanyakan orang adalah, Anda harus mencari cara untuk keluar dari Facebook," kata Wozniak, seperti dilansir dari laman Bussines Insider, Kamis (11/7/2019).

Ketika membahas cara potensial perusahaan media sosial seperti Facebook dapat menjaga data pengguna tetap pribadi dari pengiklan sambil tetap menghasilkan uang, Wozniak menyarankan menawarkan kepada pengguna pilihan untuk membayar lapisan keamanan ekstra.

Ini bukan pertama kalinya Wozniak telah berbicara secara terbuka tentang topik media sosial dan privasi. Tahun lalu, ia mengatakan kepada USA Today bahwa ia meninggalkan Facebook karena masalah privasi, juga menambahkan bahwa ia lebih suka membayar untuk Facebook daripada membagikan data pribadinya kepada pengiklan.

"Saya khawatir karena Anda melakukan percakapan yang Anda anggap pribadi. Anda mengatakan kata-kata yang seharusnya tidak didengarkan karena Anda tidak mengharapkannya," kata Wozniak.

Untuk informasi, skandal privasi terbesar terungkap pada tahun 2018 ketika The New York Times dan The Guardian melaporkan bahwa Cambridge Analytica, sebuah perusahaan analisis data yang terkait dengan kampanye Presiden Trump, secara tidak sadar telah mengambil data dari profil Facebook dari 50 juta pengguna.

Facebook, bersama dengan raksasa teknologi lainnya seperti Google dan Twitter, telah mendapat sorotan dalam beberapa tahun terakhir atas bagaimana mereka menangani data konsumen dan peran platform mereka dalam kampanye politik.

Apple, sementara itu, telah menjadikan privasi sebagai titik fokus dari keynote publik dan iklan produknya. Perusahaan mengingatkan pengguna bahwa model bisnisnya tidak terlalu bergantung pada iklan, seperti halnya dengan Facebook dan Google, dan karenanya tidak mendapat manfaat dari pengumpulan informasi pribadi. (*)