DIY Editor : Agus Sigit Kamis, 11 Juli 2019 / 20:42 WIB

PETANI MINTA PEMERINTAH BERI SOLUSI

Ratusan Hektare Tanaman Padi di Bantul Gagal Panen

BANTUL, KRJOGJA.com - Dampak kamarau panjang di Kabupaten Bantul semakin meluas. Ratusan hektare tanaman siap  panen terpaksa dirombak untuk pakan ternak. Petani tidak punya pilihan, karena sudah tidak mungkin mempertahankan tanaman tanpa adanya suplai air.

Bahkan di Dusun Sukorame Desa Mangunan Kecamatan Dlingo, 28 haktare lahan  dipastikan gagal panen. "Kami dan warga lainnya sebenarnya menjadikan tanaman padi ini sebagai tumpuan, tetapi harapan itu sia-sia, semua kering dan tidak panen," ujar Sekretaris Kelompok Tani Sumber rejeki Sukorame Mangunan, Lagimen, Kamis (11/7).

Dijelaskan, seperti petani lainnya, warga Sukorame sangat berharap bisa panen padi. Tetapi perkiraan itu meleset, hujan sudah hilang ketika padi baru masuk umur dua bulan. Bahkan ketika umur sebulan sudah tidak ada hujan. Menghadapi situasi itu, petani akhirnya mengambil jalan pintas dengan merombak tanaman padi untuk pakan ternak. "Kami hanya mengandalkan air tadah hujan, ketika sudah tidak ada air petani juga tidak punya pilihan kecuali untuk pakan ternak," jelasnya.

Kini petani berharap pemerintah memberikan solusi agar sektor pertanian di daerah sulit air saat kemarau terselesaikan. Lagimen mengatakan, bagi warga dusun, padi punya arti sangat penting. Karena sebagai tumpuan memenuhi kebutuhan sehari hari.

Terpisah Kepala Dinas Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan Bantul, Ir Pulung Haryadi MSc mengatakan, merujuk data terakhir hasil monitoring lapangan, ada 225 hektare lahan padi gagal panen. Diperkirakan setiap hektare kerugian kisaran angka Rp 5 juta. Pihaknya kini terus mendata daerah yang berpotensi terjadi kekeringan. "Asumsi kami karena tanaman belum begitu besar, sehingga per hektarnya sekitar Rp 5 juta," ujar Pulung. (Roy)