Jateng Editor : Agus Sigit Kamis, 11 Juli 2019 / 19:44 WIB

Desa Kekeringan Bertambah, Bantuan Air Bersih Diperbanyak

PURWOREJO, KRJOGJA.com - Dampak kekeringan di Kabupaten Purworejo tahun 2019 semakin meluas. Jumlah desa terdampak kemarau bertambah dari 58 menjadi 60. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purworejo menambah alokasi bantuan air bersih.

BPBD Purworejo mendapat alokasi bantuan air bersih sebanyak 374 tangki dalam APBD murni 2019. "Pada anggaran perubahan tahun 2019, kami minta tambahan alokasi hingga total mencapai 1.728 tangki. Volume tiap tangki 5.000 liter," ungkap Kepala BPBD Purworejo Drs Sutrisno MSi, kepada KRJOGJA.com, Kamis (11/7).

Menurutnya, alokasi bantuan pada APBD murni tidak akan cukup memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat desa terdampak. Pada musim kemarau tahun 2018, BPBD menyalurkan 1.143 tangki air bersih untuk 58 desa.

Penambahan alokasi dilakukan untuk mengantisipasi musim kemarau yang diperkirakan lebih panjang pada 2019. Selain itu, BPBD juga melakukan penyesuaian harga tangki air bersih dalam APBD perubahan.  

Kendati demikian, Sutrisno berharap masyarakat dan pemerintah desa terdampak kemarau untuk aktif mencari sumber air baru yang berpotensi dimanfaatkan untuk mencukupi kebutuhan. BPBD memantau sejumlah daerah memiliki potensi air bersih dengan debit yang cukup untuk disalurkan untuk masyarakat di sekitarnya. "Misal di Gua Seplawan ada air bawah tanah, kami sudah koordinasi dengan dinas terkait, supaya kelak bisa dialirkan dan didistribusikan untuk masyarakat, sehingga mengurangi ketergantungan droping air dari pemerintah," terangnya.

Sutrisno juga meminta pemerintah desa terdampak untuk mempersiapkan distribusi bantuan air bersih. Pihak BPBD, lanjutnya, meminta masyarakat menyiapkan tandon penampungan sementara sebagai titik droping air.

Penampungan bisa berupa bak Pamsimas, tandon fiberglass atau kolam plastik terpal. Masyarakat sasaran kemudian mengambil air secara mandiri dari penampungan sementara itu. "Penyaluran dengan ember seperti beberapa tahun lalu memperlama waktu distribusi dan banyak air terbuang, sangat tidak efektif. Kalau BPBD masih ada tandon akan kami pinjamkan, atau kami bantu plastik terpal," tegasnya.(Jas)