DIY Editor : Ivan Aditya Kamis, 11 Juli 2019 / 13:34 WIB

Petani Diminta Lakukan Rekayasa Bercocok Tanam

YOGYA, KRJOGJA.com - Kekeringan yang terjadi di sejumlah daerah di DIY, membutuhkan perhatian serius dari petani. Karena kesulitan atau keterbatasan air irigasi tersebut bisa berdampak pada terjadinya gagal panen. Supaya hal itu tidak terjadi, petani diminta melakukan rekayasa komoditas dalam bercocok tanam untuk mengantisipasi kemungkinan adanya gagal panen.

“Supaya tidak mengalami gagal panen saat kemarau, sebelum bercocok tanam petani harus memperhatikan musim secara jeli. Hal itu perlu dilakukan supaya budidaya yang dikerjakan membuahkan hasil seperti yang diharapkan (produktivitas tinggi). Salah satu caranya dengan menggunakan pedoman, pranata mangsa, untuk mengetahui kapan harus menanam padi atau palawija,” kata pakar pertanian dari Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta, Dr Ambar Rukmini.

Ambar Rukmini mengatakan, menyikapi musim kering yang saat ini terjadi di DIY, petani tidak perlu memaksakan diri untuk menanam padi. Karena jika mereka memaksakan diri untuk menanam padi bisa terancam mengalami gagal panen.

Supaya hal itu tidak terjadi petani bisa mencari sejumlah alternatif. Mulai dari menanam padi gaga yang tidak terlalu banyak membutuhkan air. Selain itu, masyarakat juga perlu diberikan pemahaman, bahwa bahan pangan tidak hanya bersumber pada padi, tapi mereka juga bisa menanam umbi-umbian dan kacang-kacangan tanpa harus digenangi air.

“Kalau mau ditanami padi perlu pemilihan varietas yang tahan terhadap kekurangan air sehingga risikonya kecil. Jadi kebijakan pengaturan pola tanam yang tepat disesuaikan iklim terutama curah hujan sangat diperlukan, terutama bagi daerah yang pasokan airnya terbatas,” ungkap Ambar Rukmini.

Lebih lanjut Ambar menambahkan, butuh pendampingan dan penyadaran kepada para petani untuk mengubah pola pikirnya. Sehingga mereka tidak harus memaksakan diri untuk selalu menanam padi. Para petugas lapangan bisa melakukan pendampingan dan penyadaran agar para petani tidak gagal panen. Mereka bisa panen komoditas lain, tentunya dengan harga jual yang menjanjikan. (Ria)